KONTAN.CO.ID - Pemerintah Korea Selatan berencana mengkaji ulang aturan pembebasan wajib militer bagi atlet setelah kontroversi yang melibatkan sejumlah pemain timnas sepak bola di Asian Games 2026. Kontroversi muncul setelah Korea Selatan mengalahkan Jepang 1-0 pada final sepak bola putra Asian Games 2026. Kemenangan tersebut membuat para pemain yang memenuhi syarat berhak mendapatkan pengganti wajib militer.
Kapten Korea Selatan, Lee Gi-hyuk, menjadi salah satu pemain yang mendapat kritik setelah mengangkat medali emas dan mengatakan dirinya "tidak akan pergi wajib militer". Lee kemudian meminta maaf atas pernyataannya. Mengutip
Yonhap, Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan Choi Hwi-young mengatakan sistem yang telah berjalan selama lebih dari 50 tahun tersebut perlu dikaji kembali.
Baca Juga: Daftar 9 Rekor yang Dicetak Atlet Indonesia di Asian Games 2026, Ada Rekor Dunia Bebas Wajib Militer untuk Atlet Berprestasi
Korea Selatan menerapkan wajib militer bagi pria berbadan sehat. Masa dinas aktif berkisar antara 18 hingga 21 bulan. Namun, terdapat sistem alternatif bagi atlet dan seniman yang memenuhi prestasi tertentu. Dalam olahraga, atlet yang meraih medali di Olimpiade atau medali emas di Asian Games dapat memperoleh status yang memungkinkan mereka menggantikan dinas militer reguler dengan bentuk layanan alternatif. Meski demikian, mereka tetap menjalani pelatihan dasar selama sekitar tiga minggu. Aturan tersebut telah berjalan sejak 1973 dan awalnya dibuat untuk membantu atlet berprestasi mempertahankan serta mengembangkan karier mereka. Berdasarkan aturan tersebut, seluruh pemain timnas Korea Selatan yang berjuang di Asian Games 2026 seharusnya mendapatkan hadiah tambahan berupa bebas wajib militer.
Baca Juga: Daftar Lengkap Atlet Indonesia Peraih Medali Asian Games 2026, Sukes Raih 39 Medali Selebrasi Kontroversial Pemain Timnas Korea Selatan
Korea Selatan meraih emas sepak bola putra setelah mengalahkan tuan rumah Jepang 1-0 pada final Asian Games 2026. Setelah pertandingan, tiga pemain mendapat kritik karena dianggap terlalu menonjolkan keuntungan pembebasan wajib militer yang mereka dapatkan. Lee Gi-hyuk menjadi salah satu pemain yang paling banyak disorot. Dalam konferensi pers seusai pertandingan, ia mengangkat medali emas dan mengatakan, "tidak akan pergi wajib militer". Pemain lainnya, Yang Min-hyuk, juga mendapat kritik setelah mengatakan bahwa pembebasan wajib militer menjadi fokus utamanya selama Asian Games. Park Seung-soo juga sempat mengunggah foto dirinya mengenakan topi yang biasa dikaitkan dengan mereka yang telah menyelesaikan wajib militer. Unggahan tersebut kemudian dihapus. Kontroversi tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan mengenai apakah sistem pembebasan wajib militer bagi atlet masih sesuai dengan kondisi Korea Selatan saat ini.
Baca Juga: Asian Games 2026 Jepang Banjir Kritik, Terancam Jadi yang Terburuk dalam Sejarah Pemerintah Korea Selatan Mulai Mengkaji Aturan
Choi Hwi-young mengatakan pemerintah akan melakukan kajian menyeluruh terhadap sistem tersebut. Dalam rapat Komite Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Majelis Nasional, Choi mengakui bahwa sistem pembebasan tersebut sebelumnya telah membantu atlet dan seniman berprestasi mempertahankan kemampuan mereka. Namun, menurut Choi, pandangan masyarakat mengenai keadilan dan wajib militer telah berubah.
Ia mengatakan sistem tersebut pasti harus dipersempit dan perlu dikaji secara komprehensif. Kementerian Pertahanan Korea Selatan sebelumnya juga mengatakan sedang mempertimbangkan opsi untuk mengurangi atau menghapus sistem pembebasan tersebut. Salah satu pertimbangan yang disebut adalah persoalan keadilan bagi warga yang tetap harus menjalani wajib militer serta berkurangnya jumlah pria yang tersedia untuk menjalani dinas.
Baca Juga: Kisah Debut Tim Baseball Palestina di Asian Games 2026, Berawal dari Gaza