KONTAN.CO.ID - Delegasi Korea Selatan yang dipimpin Kepala Staf Kepresidenan Kang Hoon-sik bertolak ke Kanada pada Senin (26/1/2026) untuk melobi pemerintah setempat dalam upaya memenangkan kontrak besar pengadaan kapal selam. Kang berangkat bersama Menteri Perindustrian Kim Jung-kwan, jajaran eksekutif Hyundai Motor, serta perwakilan galangan kapal Hanwha dan HD Hyundai Heavy Industries. Korea Selatan tengah bersaing ketat dengan TKMS asal Jerman dalam proyek pengadaan armada kapal selam baru Kanada.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terus Naik Senin (26/1) Pagi: Brent ke US$66 dan WTI ke US$61,21 Sumber industri memperkirakan nilai proyek tersebut melampaui US$12 miliar, menjadikannya salah satu proyek pengadaan pertahanan terbesar yang saat ini berjalan. Sebelum keberangkatan, Kang mengakui persaingan tidak mudah, mengingat Jerman merupakan kekuatan besar di sektor manufaktur pertahanan. “Mengingat kami bersaing dengan negara manufaktur besar seperti Jerman, prospeknya tentu tidak mudah,” ujar Kang kepada wartawan. Meski demikian, ia menyatakan optimismenya dapat meyakinkan Kanada dengan keunggulan teknologi Korea Selatan. “Saya berharap dapat menyampaikan secara langsung kinerja unggul kapal selam kami, serta komitmen pemerintah Korea Selatan untuk memperluas kerja sama industri dan keamanan antara kedua negara,” tambahnya. Menurut Kang, apabila Korea Selatan berhasil memenangkan tender tersebut, proyek kapal selam Kanada berpotensi memberikan manfaat ekonomi lebih dari 40 triliun won atau sekitar US$27,6 miliar, sekaligus menciptakan sekitar 20.000 lapangan kerja di Korea Selatan.
Baca Juga: Nikkei Jepang Anjlok 1% Senin (26/1), Yen Menguat di Tengah Kekhawatiran Intervensi Pekan lalu, CEO TKMS Oliver Burkhard mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan Jerman tersebut tengah berdiskusi dengan sejumlah perusahaan Norwegia dan Jerman untuk menawarkan paket investasi bernilai miliaran dolar AS kepada Kanada demi memenangkan tender tersebut. Sementara itu, Hanwha Group juga menyatakan pada Jumat (24/1) bahwa mereka menargetkan penciptaan banyak lapangan kerja di Kanada hingga 2040, melalui kerja sama lintas sektor, termasuk di bidang kapal selam.