Korea Selatan Optimistis Tetap Bisa Tahan Ancaman Korut Meski Senjata AS Dipindah



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pemerintah Korea Selatan menyatakan tetap mampu menahan ancaman Korea Utara meski sebagian sistem senjata Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di negara itu dipindahkan ke Timur Tengah.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan pemindahan sejumlah aset militer AS tidak akan melemahkan kemampuan pertahanan negaranya terhadap Pyongyang.

“Pemindahan sebagian senjata AS tidak menghambat strategi penangkalan terhadap Korea Utara,” tegas Lee dalam rapat kabinet, Selasa (10/3/2026).


Baca Juga: Utusan Dagang Korea Selatan Terbang ke AS untuk Lanjutkan Negosiasi Tarif

Pernyataan itu muncul setelah laporan mengenai kemungkinan relokasi sejumlah sistem pertahanan rudal AS dari Korea Selatan ke kawasan Timur Tengah, seiring meningkatnya konflik di wilayah tersebut. 

Isu ini memicu kekhawatiran di Asia bahwa pengalihan kapal perang dan sistem pertahanan AS dapat menciptakan celah keamanan di kawasan, terutama dalam menghadapi China dan Korea Utara.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun sebelumnya mengungkapkan bahwa militer AS dan Korea Selatan tengah membahas kemungkinan pemindahan sebagian sistem pertahanan rudal Patriot untuk mendukung operasi militer di Timur Tengah.

Sejumlah media Korea Selatan melaporkan beberapa baterai rudal tersebut telah dipindahkan dari Pangkalan Udara Osan dan kemungkinan akan ditempatkan di pangkalan militer AS di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Namun hingga kini otoritas Korea Selatan belum mengonfirmasi laporan tersebut.

Baca Juga: Korea Selatan Optimistis Perundingan Tarif dengan AS Capai Kesepakatan

Laporan lain dari The Washington Post juga menyebut Pentagon sedang memindahkan sebagian komponen sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari Korea Selatan ke Timur Tengah.

Sistem THAAD digunakan untuk mencegat rudal balistik di ketinggian tinggi, sementara baterai Patriot berfungsi menghadang ancaman rudal jarak lebih pendek.

Di Korea Selatan sendiri, sekitar 28.500 tentara AS masih ditempatkan sebagai bagian dari aliansi pertahanan bersama menghadapi Korea Utara yang memiliki senjata nuklir. Pasukan Amerika juga mengoperasikan sejumlah sistem pertahanan udara di negara tersebut.

Meski begitu, analis militer menilai keberadaan senjata AS tetap menjadi simbol penting komitmen Washington terhadap keamanan kawasan.

Profesor studi militer Universitas Sangji, Choi Gi-il, mengingatkan bahwa langkah relokasi senjata bisa saja disalahartikan oleh Korea Utara.

Baca Juga: Korea Selatan Siapkan Pasar Valas 24 Jam untuk Tarik Investor Asing

“Ada risiko Korea Utara salah menafsirkan relokasi ini sebagai kesempatan untuk melakukan provokasi tingkat rendah guna menguji kesiapan pertahanan sekutu,” ujarnya.

Ketegangan di kawasan memang terus meningkat. Pada Februari lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan akan memperluas arsenal nuklir negaranya dan kembali menyebut Korea Selatan sebagai “musuh paling bermusuhan”. Pekan lalu, Pyongyang juga melakukan uji peluncuran rudal dari kapal perusak.

Sementara itu, perhatian militer AS kini banyak tersedot ke Timur Tengah. Amerika dan Israel dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target strategis di Iran selama lebih dari sepekan terakhir.

Menurut laporan U.S. Naval Institute, dua kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut AS yang bermarkas di Yokosuka, Jepang, saat ini juga dikerahkan ke Laut Arab untuk mendukung operasi militer tersebut.

Baca Juga: Korea Selatan Berambisi Jadi Kekuatan Pertahanan ke-4 Terbesar Dunia pada 2030

Langkah ini memicu kekhawatiran di Jepang. Ketua partai oposisi utama Jepang, Junya Ogawa, mempertanyakan pengerahan kapal perang AS dari pangkalan Jepang ke Timur Tengah.

“Kami tidak menempatkan pasukan AS di Jepang agar mereka meluncurkan operasi militer ke Timur Tengah. Mereka seharusnya menjaga keamanan Jepang dan stabilitas Asia Timur,” ujarnya di parlemen.

Hingga kini pemerintah Jepang belum memberikan komentar resmi mengenai pengerahan kapal perang AS tersebut.