Korea Selatan Terapkan Larangan Ekspor Nafta karena Gangguan Pasokan Timur Tengah



KONTAN.CO.ID - Korea Selatan mulai menegakkan larangan ekspor nafta sejak tengah malam Kamis (27/3/2026) sebagai upaya untuk menjaga pasokan domestik di tengah gangguan akibat konflik di Timur Tengah, menurut Kementerian Industri negara tersebut.

Baca Juga: Ancaman Pangan Dunia Mengintai, Jika Konflik Timur Tengah Tak Segera Berakhir

Melansir Reuters, langkah ini mengharuskan perusahaan penyulingan mengalihkan volume ekspor ke pasar lokal, sekaligus memberikan pemerintah kewenangan untuk mengatur produksi dan alokasi nafta, bahan baku penting bagi industri petrokimia yang digunakan dalam produksi chip, otomotif, plastik, dan barang sehari-hari.


Korea Selatan mengimpor sekitar 45% kebutuhan nafta, dengan 77% berasal dari Timur Tengah, sehingga pasokan sangat rentan terhadap konflik regional, kata kementerian tersebut.

Data dari kementerian dan Korea National Oil Corporation menunjukkan bahwa Korea Selatan mengekspor sekitar 11% dari produksi nafta domestik.

Baca Juga: Bursa Asia Tertekan Jumat (27/3), Obligasi Naik Seiring Perang Iran Berlanjut

Volume tersebut kini akan dialihkan ke pengguna dalam negeri untuk menstabilkan pasokan.

Larangan ekspor ini akan berlaku selama lima bulan, dengan prioritas pasokan diberikan pada sektor kesehatan, industri inti, dan barang konsumen penting, tambah kementerian.