Korea Selatan–Vietnam Perkuat Kerja Sama, Puluhan Kesepakatan Bisnis Siap Diteken



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan-perusahaan dari Korea Selatan dan Vietnam diperkirakan akan menandatangani puluhan kesepakatan bisnis pada Kamis (23/4), seiring kunjungan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke Hanoi.

Berdasarkan dokumen awal yang dilihat Reuters, kesepakatan tersebut mencakup kontrak korporasi maupun perjanjian kerja sama non-mengikat di berbagai sektor strategis.

Penandatanganan ini dilakukan setelah sehari sebelumnya kedua negara menyepakati 12 nota kerja sama dalam pertemuan antara Lee dan pemimpin utama Vietnam To Lam, termasuk rencana investasi Korea Selatan pada proyek pembangkit listrik tenaga nuklir baru di Vietnam selatan.

Fokus Investasi: Energi, Teknologi, hingga Infrastruktur


Lebih dari 100 perusahaan Korea Selatan yang telah beroperasi di Vietnam turut mendampingi kunjungan Lee, termasuk raksasa elektronik Samsung Electronics. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan Lee setelah sebelumnya singgah di India.

Baca Juga: Netflix Tambah Buyback US$25 Miliar, Saham Menguat

Daftar sementara mencatat sekitar 73 perjanjian bisnis yang mencakup sektor keuangan, teknologi maju, infrastruktur, dan energi. Di antaranya adalah izin investasi untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga gas alam cair (LNG) yang akan dikembangkan bersama oleh SK Innovation dan mitra lokal.

Selain itu, terdapat nota kesepahaman untuk pengembangan pusat data di Vietnam oleh SK Telecom, SK Innovation, dan Daewoo Engineering & Construction.

Dokumen tersebut juga mencakup sertifikat investasi untuk ekspansi fasilitas milik Seojin System Co di Vietnam.

Proyek Infrastruktur dan Transportasi

Dalam perkembangan terpisah, Hyundai Rotem mengumumkan telah memenangkan kontrak senilai sekitar US$332 juta untuk proyek kereta tiga tahap di Ho Chi Minh City. Proyek ini menjadi bagian dari upaya penguatan infrastruktur transportasi di negara tersebut.

Delegasi bisnis yang menyertai Presiden Lee juga mencakup sejumlah konglomerasi besar seperti SK Group, LG Corporation, Lotte Group, POSCO Holdings, dan HD Hyundai.

Di antara perusahaan tersebut, Samsung menjadi investor terbesar di Vietnam dengan total investasi lebih dari US$20 miliar selama beberapa dekade terakhir. Perusahaan ini juga tengah menjajaki pembangunan fasilitas manufaktur semikonduktor tahap akhir (back-end) di Vietnam.

Baca Juga: Lonjakan Harga BBM Picu Minat Sewa Mobil Listrik di AS, Dampak Konflik Timur Tengah

Dukungan Regulasi dan Tantangan Investasi

Bank sentral Vietnam pada Rabu mengumumkan telah memberikan izin kepada Industrial Bank of Korea untuk membuka unit usaha yang sepenuhnya dimiliki di Vietnam, memperkuat hubungan keuangan kedua negara.

Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung, Presiden Lee meminta dukungan pemerintah Vietnam untuk mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi perusahaan Korea Selatan, serta membuka peluang partisipasi dalam proyek infrastruktur strategis.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian investor Korea Selatan antara lain akses terhadap insentif investasi, pengembalian pajak, serta kenaikan biaya tenaga kerja di Vietnam. Kenaikan upah ini dipicu oleh meningkatnya investasi dari produsen asal China yang turut memperketat persaingan di sektor manufaktur.