Korea siap mendanai proyek Jembatan Bintan–Karimun



JAKARTA. Rencana Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam untuk menghubungkan Pulau Batam dengan Karimun mulai mendapat kepastian. Pemerintah Korea Selatan menyatakan siap mendukung pendanaan proyek jembatan dengan panjang sekitar 7 kilometer itu.

Dalam hitungan kasar Badan Pengusahaan Kawasan Batam, dana proyek tersebut mencapai Rp 4 triliun. Tapi, belum jelas kapan pembangunan jembatan itu bisa dimulai dan beroperasi.

Dwi Joko Wiwoho, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan Batam, mengatakan, kepastian dukungan pendanaan dari Korea Selatan terungkap dalam pertemuan antara Badan Pengusahaan Batam dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Young Sun belum lama ini.


Saat ini, proyek jembatan tersebut masih dalam tahapan studi kelayakan. "Sedang direvisi oleh Provinsi Kepulauan Riau," tambah Ilham Eka Hartawan, Kepala Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan Kawasan Batam kepada KONTAN, Minggu (20/1).

Meski Batam telah membuat perencanaan dengan apik dan mendapat dukungan pendanaan dari Korea Selatan, Deddy S. Priyatna, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), bilang, belum tentu proyek itu bisa jalan. Sebab, pemerintah pusat akan lebih dulu melakukan audit kelayakan proyek tersebut. "Saya kira belum bisa jalan tahun ini, belum ketahuan hasil studi kelayakannya," kata Deddy.

Ilham menambahkan, Badan Pengusahaan Batam tidak hanya menawarkan proyek pembangunan jembatan kepada Korea Selatan. Beberapa proyek infrastruktur lain juga Badan Pengusahaan Batam sodorkan ke investor asal Negeri Gingseng tersebut.

Badan Pengusahaan Batam berharap, dengan masuknya Pemerintah Korea Selatan untuk mendanai proyek pembangunan jembatan di Batam, maka investor Korea Selatan juga makin tertarik untuk menanamkan dananya di pulau yang bertetangga dekat dengan Singapura ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dadan M. Ramdan