Korea Utara bangun lagi situs peluncuran rudal, AS ingatkan lebih banyak sanksi



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Korea Utara telah memulihkan bagian dari situs ujicoba roket yang dibongkar setelah perjanjian dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tahun lalu. Sementara itu, penasihat keamanan nasional Trump memperingatkan bahwa sanksi baru bisa diberlakukan jika Korea Utara tidak membatalkan program senjata nuklirnya.

Seperti diberitakan Reuters, Kantor Berita Korea Selatan Yonhap dan dua lembaga think tank AS melaporkan, pekerjaan sedang berlangsung di stasiun peluncuran satelit Sohae di Tongchang-ri, bahkan ketika Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam pekan lalu.

Penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton mengatakan kepada Fox Business Network pada Selasa (5/3) bahwa setelah KTT di Hanoi, AS akan melihat apakah Korea Utara berkomitmen untuk menyerahkan program nuklirnya.


"Jika mereka tidak mau melakukannya, maka saya pikir Presiden Trump sudah sangat jelas... mereka tidak akan mendapatkan bantuan dari sanksi ekonomi yang menghancurkan yang telah dijatuhkan pada mereka dan kami akan melihat sanksi yang sebenarnya," ujar Bolton.

Secara terpisah, dua senator AS berupaya untuk menekan Korea Utara dengan memperkenalkan kembali ancaman penjatuhan sanksi pada bank manapun yang melakukan bisnis untuk pemerintahnya. 

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Senin lalu mengatakan, ia berharap AS akan mengirim delegasi ke Korea Utara dalam beberapa pekan mendatang, tetapi pernyataan Bolton dan perkembangan pada situs uji Sohae dapat menyebabkan tantangan baru bagi diplomat yang akan memulai perundingan pasca kegagalan kesepakatan dalam KTT ke-II di Hanoi.

Redaktur pelaksana proyek dan seorang analis diStimson Center think tank kepada Reuters menyatakan, berdasarkan gambar satelit terlihat bahwa struktur landasan peluncuran Sohae telah dibangun kembali antara 16 Februari dan 2 Maret.

Pusat Studi Strategis dan Internasional mengeluarkan laporan, juga mengutip citra satelit menyimpulkan Korea Utara mengejar pembangunan kembali di situs tersebut.

"Aktivitas terlihat jelas pada dudukan uji engine vertikal dan struktur transfer roket yang dipasang di rel peluncuran," jelas laporan CSIS.

"Secara signifikan, tempat perlindungan di menara pusar yang biasanya ditutup, telah dibuka untuk menunjukkan landasan peluncuran."

Dimintai komentar, Gedung Putih merujuk ke Departemen Luar Negeri AS yang juga tak kunjung memberi tanggapan.

Editor: Herlina Kartika Dewi