KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kementerian Luar Negeri Korea Utara meminta PBB untuk menuntut penghentian latihan militer gabungan oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan dengan segera. Korea Utara berdalih, latihan militer gabungan itu meningkatkan ketegangan yang mengancam lepas kendali. "Latihan dan retorika dari sekutu secara tidak bertanggungjawab meningkatkan tingkat konfrontasi," ujar Kim Son Gyong, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Organisasi Internasional, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara KCNA, seperti dikutip dari Reuters Minggu (5/3). Pejabat dari kedua negara mengungkapkan, Amerika Serikat dan Korea Selatan akan melakukan latihan militer skala besar selama lebih dari 10 hari pada bulan Maret, termasuk pendaratan amfibi.
Baca Juga: AS-Korsel Gelar Latihan Gabungan Terbesar Sejak Tahun 2017 AS dan Korea Selatan mengatakan latihan itu untuk membela diri dan diperlukan untuk melawan ancaman yang meningkat dari program rudal balistik dan senjata nuklir Korea Utara, yang dilarang oleh resolusi Dewan Keamanan PBB. Korea Utara pada hari Sabtu menyalahkan Amerika Serikat atas apa yang disebut sebagai runtuhnya sistem kontrol senjata internasional dan mengatakan senjata nuklir Pyongyang adalah tanggapan yang adil untuk memastikan keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut. Sekutu juga melakukan latihan udara gabungan dengan pembom jarak jauh Amerika dan pesawat tempur Korea Selatan pada hari Jumat, dan telah melakukan latihan selama berminggu-minggu untuk pasukan ransum khusus.