Korea Utara Kecam Penjualan Senjata AS ke Korea Selatan, Akan Beri Tanggapan Tegas



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengecam keputusan AS yang menyetujui penjualan rudal dan peralatan terkait ke Korea Selatan.

Menurut laporan media pemerintah KCNA yang dilansir Reuters, Kamis (27/8/2026), Korea Utara berjanji akan menanggapi tindakan bermusuhan di berbagai bidang secara "tegas dan segera".

Pernyataan ini muncul di tengah upaya Presiden AS Donald Trump untuk kembali menjalin komunikasi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un; ia menyatakan minat untuk pertemuan lain dan mengatakan bulan ini bahwa Kim telah menanggapi upayanya tersebut. 


Para analis menilai Pyongyang belum menunjukkan kesediaan resmi untuk melanjutkan kembali perundingan.

Baca Juga: Vietnam Dorong China Investasi di AI, 5G, Semikonduktor dan Big Data

"Kami sekali lagi melihat dengan jelas bahwa sikap terbuka AS terhadap DPRK senantiasa bermusuhan," ujar juru bicara kementerian dalam pernyataan yang disiarkan oleh KCNA. 

DPRK adalah singkatan dari Democratic People's Republic of Korea (Republik Demokratik Rakyat Korea), nama resmi Korea Utara.

Juru bicara tersebut menanggapi persetujuan Departemen Luar Negeri AS atas potensi penjualan rudal taktis udara-ke-udara AIM-9X Sidewinder dan peralatan terkait senilai $125 juta ke Korea Selatan—langkah yang menurut Pyongyang merupakan "ancaman baru" bagi lingkungan keamanannya. 

Korea Utara juga mengkritik rencana AS untuk mendanai kegiatan yang berkaitan dengan pendokumentasian situasi hak asasi manusianya dan pengumpulan informasi mengenai negara tersebut, seraya menyebut upaya itu sebagai bagian dari "kampanye yang bertujuan menciptakan ketidakstabilan dalam sistem sosialnya."

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa tahun ini Washington telah menyetujui penjualan berbagai sistem persenjataan kepada Korea Selatan—termasuk rudal udara-ke-udara canggih, helikopter angkatan laut, helikopter serang, dan bom berpemandu presisi—sembari mendorong Seoul untuk meningkatkan kemampuan tempurnya.

Baca Juga: Ratusan Warga Asing Hilang Akibat Banjir Dahsyat di Nepal, Warga India Terbanyak

"Di saat integrasi militer AS dan sekutunya sedang dipercepat di kawasan Asia-Pasifik, kami tidak dapat mengabaikan dampak buruk penjualan senjata AS ke ROK terhadap lingkungan keamanan kawasan," tambah juru bicara itu, menggunakan akronim untuk nama resmi Korea Selatan, yaitu Republik Korea (Republic of Korea).

Korea Utara menyadari ancaman-ancaman tersebut dan akan memberikan "tanggapan yang serius, segera, dan kuat" terhadap tindakan-tindakan bermusuhan di berbagai bidang, tambah pejabat tersebut.