Korea Utara klaim telah jalankan sistem data maritim berbasis satelit



KONTAN.CO.ID - PYONGYANG. Media Korea Utara kembali mengabarkan mengenai kemajuan negara tersebut. Kini mereka menyebut bahwa negeri Kim Jong Un telah mengoperasikan sistem data maritim berbasis satelit.

Pada hari Kamis (12/11) waktu setempat, portal berita propaganda pemerintah Korea Utara, Maeri, mengabarkan bahwa sistem pelayanan informasi maritim berbasis satelit  telah berhasil dikembangkan dan diaplikasikan.

Melansir Yonhap, sistem tersebut digunakan untuk menyediakan informasi akurat yang dibutuhkan untuk penangkapan ikan serta navigasi yang lebih aman.


Secara rinci situs Maeri menjelaskan bahwa sistem berbasis satelit tersebut juga mampu melakukan pengukuran suhu laut, gelombang, dan posisi kapal yang akurat, sehingga dapat memprediksi dengan lebih baik ke mana ikan bergerak dan meningkatkan jumlah tangkapan.

Baca Juga: Dipersenjatai rudal balistik, Korea Selatan luncurkan kapal selam kelas 3.000 ton

Sistem satelit yang baru diumumkan ini nampaknya merupakan bagian dari proram pengembangan sistem antariksa yang dicanangkan Kim Jong Un pada tahun 2011 lalu.

Di awal kepemimpinannya, Kim Jong Un berharap bisa mengeksplor kemampuan antariksa negaranya untuk tujuan damai.

Pada tahun 2012, Korea Utara mulai meluncurkan rencana pengembangan antariksa lima tahunan. Di tahun 2016, negara ini mengklaim telah menempatkan satelit Kwangmyongsong-4 ke orbit, meskipun keberhasilannya diragukan banyak pihak.

Keraguan memang kerap mendatangi klaim keberhasilan yang dllakukan Korea Utara, mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh negara tertutup tersebut.

Bahkan, upaya pengembangan antariksa yang dicanangkan Kim Jong Un sejak lama ini dianggap sebagai kedok untuk menguji rudal balistik antarbenua.

Selanjutnya: Intelijen Korea Selatan ungkap Kim Jong Un alami masalah obesitas