KONTAN.CO.ID - Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah perairan di lepas pantai timur negara itu pada Senin (12/10/2026). Peluncuran ini menambah ketegangan di Semenanjung Korea di tengah meningkatnya aktivitas uji coba persenjataan oleh kedua Korea. Militer Korea Selatan menyatakan, rudal-rudal tersebut diluncurkan sekitar pukul 09.20 waktu setempat dari wilayah dekat Pyongyang.
Baca Juga: Dolar AS Bertahan Dekati Level Tertinggi 18 Bulan Senin (12/10), Menanti Inflasi AS Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan, proyektil itu mengarah ke laut di sisi timur Semenanjung Korea. Sebelumnya, Penjaga Pantai Jepang melaporkan Korea Utara telah menembakkan dua proyektil yang belum teridentifikasi. Kedua proyektil tersebut diduga merupakan rudal balistik dan diperkirakan telah jatuh. Ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, seiring rangkaian uji coba senjata oleh kedua negara serta insiden ledakan ranjau di perbatasan pada bulan lalu yang melukai tiga tentara Korea Selatan. Seoul menuding Korea Utara menanam ranjau tersebut dan meminta Pyongyang menyampaikan permintaan maaf. Namun, Korea Utara membantah tuduhan itu dan justru menuding Korea Selatan melakukan provokasi. Pekan lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyaksikan langsung uji tembak perdana rudal hipersonik negara tersebut.
Baca Juga: Andrew Garfield Bintangi Film Artificial, Angkat Kisah di Balik Berdirinya OpenAI Penampilan publik seorang presiden Korea Selatan dalam kegiatan uji coba rudal semacam itu terbilang jarang terjadi. Sementara itu, Korea Utara terakhir kali meluncurkan rudal balistik pada 3 Oktober 2026. Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang berpengaruh, menyatakan peluncuran tersebut merupakan bagian dari pengujian rudal strategis jarak menengah. Sepanjang tahun ini, Pyongyang telah melakukan uji coba rudal lebih dari 10 kali, menurut laporan Reuters.