Korea Utara Menyebut AS Telah Menyalahgunakan Hak Veto



KONTAN.CO.ID - Pejabat Korea Utara mengkritik keras keputusan Amerika Serikat yang menggunakan hak veto untuk membatalkan resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza. Bagi Korea Utara, AS telah melakukan penyalahgunaan terhadap hak khusus tersebut.

Kim Son Gyong, Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara untuk urusan organisasi internasional, pada hari Minggu (10/12) menyebut AS telah berada di puncak kejahatan yang tidak berperikemanusiaan.

"Penyalahgunaan hak veto AS untuk melindungi sekutunya yang membantai puluhan ribu warga sipil bukan hanya merupakan manifestasi dari standar ganda yang ilegal dan tidak masuk akal, namun juga merupakan puncak kejahatan yang tidak berperikemanusiaan," kata Kim, dikutip KCNA.


Oleh Kim, langkah itu juga sekali lagi menunjukkan sikap standar ganda AS dalam menanggapi konflik global.

"AS membiarkan pertempuran yang terus berlanjut di Gaza tetapi mengutuk peluncuran satelit Korea Utara baru-baru ini yang tidak menimbulkan kerugian bagi negara lain," lanjut Kim.

Baca Juga: Kritik AS untuk Israel: Mereka Harus Melindungi Lebih Banyak Warga Sipil Gaza

Penolakan Gencatan Senjata dari AS

AS memveto resolusi yang menyerukan gencatan senjata dalam perang antara Israel dan Hamas di Gaza pada pertemuan Dewan Keamanan PBB hari Jumat (8/12).

AS dan Israel kompak menentang gencatan senjata karena mereka yakin hal itu hanya akan menguntungkan Hamas. 

Pada dasarnya AS mendukung perang tetap berlanjut, namun ada kepastian mengenai perlindungan warga sipil dan pembebasan sandera yang ditahan Hamas sejak 7 Oktober lalu.

Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa penggunaan hak veto dalam upaya menghentikan konflik di Gaza telah membuat AS terlibat dalam kejahatan perang terhadap warga Palestina.

Abbas mengatakan, AS bertanggung jawab atas pertumpahan darah anak-anak, perempuan dan orang tua Palestina di Jalur Gaza.