KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal balistik. Militer Korea Selatan menyebut rudal tersebut terbang lebih dari 700 kilometer menuju perairan di lepas pantai timur Korea Utara. Kakak perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, mengatakan pada Sabtu (3/10/2026) bahwa negaranya telah menguji rudal strategis jarak menengah. Kim Yo Jong, yang merupakan direktur partai berkuasa di Korea Utara, mengatakan latihan senjata strategis tersebut dilakukan menggunakan rudal jarak menengah ke arah laut di lepas pantai timur negara itu.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut mengawasi langsung latihan tersebut. Menurut Kim Yo Jong, latihan dilakukan oleh "unit tembakan yang menjalankan misi khusus eksklusif". Pernyataan tersebut disampaikan setelah militer Korea Selatan pada Sabtu mengatakan Korea Utara meluncurkan rudal balistik yang terbang lebih dari 700 kilometer atau sekitar 435 mil menuju laut di lepas pantai timurnya.
Baca Juga: Trump Gandeng Enam Raksasa Teknologi untuk Atasi Risiko AI Kim Yo Jong kemudian menyinggung pernyataan Seoul dan Tokyo mengenai jarak penerbangan rudal tersebut. Menurut dia, perbedaan hasil pengukuran menunjukkan keterbatasan kemampuan pelacakan kedua negara. "Setiap kali kami menerapkan mode lintasan bergelombang pada rudal, musuh gagal melacak target sejak titik lompatan pertama," ujar Kim Yo Jong, tanpa memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut. Dia juga mengatakan Korea Selatan dan Jepang "harus mengakui kecepatan rudal tersebut", meskipun tidak mengungkapkan berapa kecepatannya. Kim Yo Jong menambahkan, rudal yang diuji Korea Utara tersebut mampu mengubah orbit penerbangan pada ketinggian rendah dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI). "Dengan kata lain, ini berarti tidak ada cara untuk menghindari serangan ini," kata Kim Yo Jong.
Baca Juga: China Buka Investigasi Anti-Dumping Impor Bahan Kimia dari Uni Eropa Korea Utara Intensifkan Uji Rudal
Korea Utara telah melakukan uji coba rudal lebih dari 10 kali sepanjang tahun ini. Dalam beberapa kesempatan, Pyongyang menyatakan bahwa pengujian tersebut digunakan untuk mengembangkan atau menguji sistem persenjataan jenis baru. Sebagian uji coba rudal tersebut dilakukan setelah Korea Utara menyampaikan keberatan terhadap latihan militer gabungan yang digelar Korea Selatan dan Amerika Serikat. Peluncuran rudal terbaru ini juga berlangsung sehari setelah Kim Yo Jong mengeluarkan pernyataan yang menolak tuntutan Seoul agar Korea Utara meminta maaf atas apa yang disebut Korea Selatan sebagai ranjau Korea Utara yang menyebabkan sejumlah tentara Korea Selatan mengalami luka serius di Zona Demiliterisasi (DMZ).