JAKARTA. Kinerja keuangan emiten Grup MNC tersendat. Di semester pertama tahun ini, PT MNC Investama Tbk (BHIT) menderita kerugian bersih Rp 338 miliar. Padahal di periode sama tahun lalu, BHIT masih mengantongi laba bersih Rp 226 miliar. "Penurunan pada laba bersih ini terutama diakibatkan oleh tingginya kerugian nilai tukar mata uang asing yang belum terealisasi," tulis manajemen BHIT, dalam pernyataan resminya, kemarin (5/8). Pada semester I 2015, BHIT mencatatkan kerugian kurs valuta asing senilai Rp 815,69 miliar. Di periode sama tahun lalu, BHIT masih mencetak untung kurs Rp 71,06 miliar. Sejatinya, pendapatan BHIT di semester I 2015 masih positif. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, pendapatan konsolidasi BHIT mencapai Rp 6,48 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 6,3% ketimbang pendapatan di periode sama tahun lalu.
Koreksi rupiah tekan kinerja Grup MNC
JAKARTA. Kinerja keuangan emiten Grup MNC tersendat. Di semester pertama tahun ini, PT MNC Investama Tbk (BHIT) menderita kerugian bersih Rp 338 miliar. Padahal di periode sama tahun lalu, BHIT masih mengantongi laba bersih Rp 226 miliar. "Penurunan pada laba bersih ini terutama diakibatkan oleh tingginya kerugian nilai tukar mata uang asing yang belum terealisasi," tulis manajemen BHIT, dalam pernyataan resminya, kemarin (5/8). Pada semester I 2015, BHIT mencatatkan kerugian kurs valuta asing senilai Rp 815,69 miliar. Di periode sama tahun lalu, BHIT masih mencetak untung kurs Rp 71,06 miliar. Sejatinya, pendapatan BHIT di semester I 2015 masih positif. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, pendapatan konsolidasi BHIT mencapai Rp 6,48 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 6,3% ketimbang pendapatan di periode sama tahun lalu.