Korsel belajar dari Indonesia tentang wisata halal



JAKARTA. Korea Selatan (Korsel) tertarik belajar dari Indonesia untuk mengembangkan wisata halal khususnya di wilayah Pulau Jeju dan sekitarnya.

Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Lokot Ahmad Enda mengatakan, pihaknya menyambut baik dan mendukung langkah stakeholder pariwisata Indonesia yang akan melakukan kerja sama dengan koleganya di luar negeri dalam rangka mempromosikan Wonderful Indonesia.

"Ini agar salah satunya masyarakat di Korsel juga mengenal Indonesia sebagai destinasi wisata," katanya, Senin (9/11).


Pada kesempatan itu, pihaknya menyaksikan kerja sama PT Mahadana dengan Jeju Tourism Organization Ezwel Fare Co, Ltd yang melaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) Halal Tourism Foundation of the Infrastructure and Enchancement of Exchange Between Indonesia.

Sebagai wujud dari langkah kedua industri pariwisata tersebut, pihaknya memfasilitasi proses penandatanganan MoU yang dilaksanakan di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenpar.

Menurut Lokot, hal itu merupakan komitmen Kemenpar dalam melakukan terobosan untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia.

Tujuan MOU ini adalah melakukan kerja sama untuk lebih menarik minat wisatawan, khususnya masyarakat Jeju dan Korea Selatan umumnya, yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain memberikan informasi lengkap mengenai pariwisata Indonesia, menyelidiki area lainnya untuk pertukaran dan kerja sama kedua pihak serta meningkatkan kemudahan bagi wisatawan.

"Kami menyambut baik kerja sama ini dan akan berperan aktif baik dalam kerja sama maupun dalam promosi pariwisata kepada wisatawan khususnya asal Jeju, Korea Selatan. Kami akan mempelajari karakteristitik wisatawan asal Jeju agar dapat melakukan pelayanan yang tepat sehingga mereka senang datang ke Indonesia," ujar Lokot setelah menyaksikan penandatanganan MoU itu.

Pulau Jeju yang terletak di sebelah selatan Semenanjung Korea merupakan lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar Korea, sehingga menjadi lokasi strategis untuk promosi pariwisata Indonesia.

Oleh karena itu, Jeju juga secara aktif mempromosikan berbagai kegiatan untuk menarik turis negara lain yang juga ada di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Melalui momentum ini, Kementerian Pariwisata akan menggerakan potensi stakeholder pariwisata yang memiliki jaringan internasional untuk berkontribusi menarik minat kunjungan wisatawan ke Indonesia.

"Dengan demikian, target kunjungan wisman bisa tercapai dan semakin banyak orang yang mengenal keindahan pariwisata Indonesia, seperti Pulau Komodo, Pulau Lombok, serta pulau lain yang tidak kalah eksotis," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia