Korsel Dekati Kesepakatan Impor Minyak dari Kazakhstan di Tengah Krisis Timteng



ONTAN.CO.ID – JAKARTA. Korea Selatan semakin dekat untuk mengamankan pasokan minyak mentah dari Kazakhstan, seiring upaya negara tersebut mencari sumber energi alternatif di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah.

Menteri Perindustrian Korea Selatan Kim Jung-kwan menyatakan bahwa pembicaraan dengan Kazakhstan telah menunjukkan kemajuan signifikan. “There has been quite (some) progress, so we should be able to announce specific amounts and details early next week,” ujarnya dalam wawancara dengan KBS pada Minggu (12/4/2026).

Langkah ini diambil menyusul gangguan distribusi energi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah, terutama yang berdampak pada jalur vital Selat Hormuz.

Diversifikasi Pasokan Energi


Awal bulan ini, Kepala Staf Presiden Korea Selatan Kang Hoon-sik melakukan kunjungan bersama Menteri Kim ke Kazakhstan, Oman, dan Arab Saudi untuk mengamankan pasokan minyak mentah dan nafta.

Baca Juga: Negosiasi AS-Iran di Islamabad Gagal, Gencatan Senjata Terancam Batal

Kim menjelaskan bahwa meskipun Kazakhstan secara geografis jauh, waktu pengiriman minyak relatif sebanding dengan impor dari Amerika Serikat, yakni sekitar 50 hingga 60 hari. Kunjungan tersebut juga bertujuan untuk memperkuat strategi diversifikasi energi dalam jangka panjang.

Ketergantungan Tinggi pada Timur Tengah

Korea Selatan diketahui sangat bergantung pada impor energi, dengan hampir seluruh kebutuhan energi dipenuhi dari luar negeri. Sekitar 70% impor minyak negara tersebut berasal dari kawasan Timur Tengah.

Untuk mengurangi risiko ketergantungan tersebut, Seoul juga telah mendapatkan komitmen dari Uni Emirat Arab untuk memasok sekitar 24 juta barel minyak mentah pada bulan lalu.