Korut Uji Coba Mesin Berbahan Bakar Padat Baru untuk Rudal Balistik Jarak Menengah



KONTAN.CO.ID - Korea Utara pada hari Rabu (15/11) mengatakan telah melakukan uji coba mesin berbahan bakar padat terbaru. Mesin baru ini kabarnya akan menjadi sumber tenaga bagi rudal balistik jarak menengah (IRBM) baru yang juga sedang mereka siapkan.

Uji coba ini dilaporkan oleh kantor media resmi Pyongyang, KCNA. Dijelaskan bahwa uji coba mesin tahap pertama dan kedua diuji pada hari Sabtu dan Selasa.

Dua uji coba tersebut dilakukan untuk mengevaluasi spesifikasi teknis mesin IRBM bahan bakar padat daya dorong tinggi yang baru dikembangkan.


KCNA menjelaskan, uji coba pertama pada mesin tahap pertama dan kedua sangat sukses. Mereka juga mengklaim keandalan serta stabilitas desain dan teknologi manufaktur mesin telah teruji dengan baik.

Baca Juga: Ukraina Tak Cemas, Dari 1 Juta Peluru Korut Diprediksi Hanya 4% yang Berfungsi

"Pengujian ini memberikan jaminan yang pasti untuk mempercepat pengembangan sistem IRBM tipe baru secara andal," tulis KCNA, dikutip Yonhap.

Lebih lanjut, KCNA mengatakan Biro Rudal Umum Korea Utara menilai pengembangan mesin rudal baru ini sangat penting dilakukan pada saat negara menghadapi lingkungan keamanan yang buruk dan tidak stabil.

Tidak lupa, Korea Utara juga menyinggung adanya kolusi militer yang jahat di antara musuh-musuhnya tanpa menyebut siapa identitas mereka.

Baca Juga: Korea Utara: Amerika Serikat adalah Penjual Peperangan

Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong Un semakin serius mengembangkan industri militernya. Awal bulan ini, Korea Utara menetapkan "Hari Industri Rudal" untuk memperingati ulang tahun uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17 tahun lalu.

Pyongyang juga diyakini bersiap meluncurkan satelit mata-mata militer. Barat menduga uji coba ini akan mendapat bantuan teknologi dari Rusia menyusul pertemuan Kim Jong Un dan Vladimir Putin di Moskow bulan September lalu.

Peluncuran satelit mata-mata militer Korea Utara pada bulan Mei dan Agustus gagal total. Pada awalnya mereka berencana melakukan peluncuran lagi pada bulan Oktober, namun tidak terlaksana tanpa penjelasan apa pun.