KOSPI Bangkit Hampir 1,5% Rabu (29/7) Usai Anjlok 10%, Saham Chip Pimpin Penguatan



KONTAN.CO.ID - Pasar saham Korea Selatan bangkit pada perdagangan Rabu (29/7/2026) setelah anjlok lebih dari 10% pada sesi sebelumnya.

Aksi beli saat harga murah (buy on dip) serta perhatian investor terhadap laporan keuangan emiten chip domestik dan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat (AS) menjadi penopang utama pemulihan pasar.

Baca Juga: China Suntik Dana Jumbo ke Pasar, PBOC Injeksi 806,5 Miliar Yuan


Mengutip Reuters, hingga pukul 00.52 GMT, indeks acuan KOSPI naik 89,95 poin atau 1,49% menjadi 6.113,61. Pada awal perdagangan, indeks bahkan sempat menguat hingga 3,4%.

Kenaikan ini terjadi sehari setelah KOSPI merosot 10,8%, mencatat penurunan harian terbesar sejak 4 Maret sekaligus ditutup di level terendah sejak 14 April.

Analis Kiwoom Securities Han Ji-young mengatakan, pemulihan KOSPI didorong oleh aksi beli saat harga saham sudah terkoreksi tajam, harapan terhadap kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta meredanya kekhawatiran menjelang keputusan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve.

Baca Juga: Mengenal FIFA Forward Enterprise, Anak Usaha Baru FIFA Bernilai US$20 Miliar

Menurut Han, KOSPI kini berada di wilayah oversold, dengan valuasi yang juga berada di level sangat rendah sehingga menarik minat investor untuk kembali masuk ke pasar.

Di sektor semikonduktor, saham SK Hynix naik 0,26%, setelah sebelumnya sempat menguat lebih dari 4%.

Sebelum pasar dibuka, perusahaan melaporkan lonjakan laba kuartalan yang sangat kuat, meski hasil tersebut masih di bawah ekspektasi tinggi investor yang dipicu optimisme terhadap bisnis kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, saham Samsung Electronics menguat 4,09%.

Dari total 912 saham yang diperdagangkan, sebanyak 532 saham mencatat kenaikan, sedangkan 343 saham melemah.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak 3% Rabu (29/7) Pagi, OPEC+ & Stok AS Jadi Penopang Utama

Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih saham senilai 264,5 miliar won atau sekitar US$ 181,8 juta.

Di pasar valuta asing, mata uang won Korea Selatan diperdagangkan di level 1.456,2 per dolar AS, melemah 0,14% dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.454,1 per dolar AS.

Sementara itu, di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk pengiriman September turun 0,03 poin menjadi 102,97.

Imbal hasil obligasi pemerintah tenor tiga tahun naik 0,6 basis poin menjadi 3,837%, sedangkan yield obligasi acuan tenor 10 tahun turun 0,2 basis poin menjadi 4,294%.