Kospi Korea Selatan Bangkit Dramatis Usai Kejatuhan Terburuk Sepanjang Sejarah



KONTAN.CO.ID - Indeks acuan Kospi mencatat pemulihan dramatis pada Kamis (5/3/2026), melonjak hingga 12% pada awal perdagangan dan hampir sepenuhnya menutup kerugian dari kejatuhan harian terburuk sepanjang sejarah sehari sebelumnya.

Penguatan tajam ini dipicu oleh harapan baru terhadap kemajuan diplomasi terkait Iran, menyusul laporan The New York Times yang menyebut Kementerian Intelijen Iran mengirim sinyal kepada CIA mengenai keterbukaan untuk melakukan pembicaraan guna mengakhiri perang.

Pada pembukaan pasar, Kospi sempat melesat ke level 5.685,47, merebut kembali hampir seluruh penurunan 12,06% yang terjadi pada Rabu.


Baca Juga: China Targetkan Pertumbuhan 4,5%-5% pada 2026, Sinyal Toleransi terhadap Perlambatan

Sentimen Global Membaik

Sentimen pasar juga terdorong oleh stabilisasi harga minyak global serta ketahanan Wall Street semalam, meskipun konflik di Timur Tengah masih berlangsung.

Bursa Korea atau Korea Exchange bahkan sempat mengaktifkan mekanisme pembatasan perdagangan (sidecar) pada Kospi dan indeks Kosdaq.

Langkah tersebut menghentikan sementara perdagangan program selama lima menit setelah lonjakan tajam saham.

Baca Juga: Reli Dolar AS Tertahan Kamis (5/3) Pagi, Euro dan Mata Uang Lain Bernapas Lega

Saham Big Caps Melonjak

Sejumlah saham unggulan memimpin reli. Raksasa chip Samsung Electronics melonjak 14,98%, sementara pesaingnya SK Hynix menguat 16,02%.

Produsen baterai LG Energy Solution naik 9,64%. Di sektor otomotif, Hyundai Motor melesat 15,57% dan perusahaan afiliasinya Kia bertambah 9,38%.

Sementara itu, produsen baja POSCO Holdings naik 9,64%, dan perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics menguat 5,28%.

Pemulihan cepat ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar global terhadap perkembangan geopolitik, terutama ketika muncul sinyal potensi de-eskalasi konflik yang sebelumnya memicu aksi jual besar-besaran.