JAKARTA. Haryono Umar Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid II menilai, penurunan kinerja KPK lantaran tidak memiliki manajemen risiko. Lihat saja, KPK sering diserbu dengan kriminalisasi dan gugatan praperadilan. Akibatnya, sekitar tiga bulan KPK tidak aktif dalam penanganan kasus. "Dari dulu KPK tidak pernah punya risk management. Jadi, kalau ada masalah mereka langsung limbung," jelasnya, kemarin Selasa (27/10). Haryono menilai, manajemen risiko sangat diperlukan KPK agar kinerjanya tetap stabil. Tekanan dan pelemahan KPK bakal terus ada dan sifatnya bukan lagi menuju perorangan dalam KPK tetapi sistemnya.
KPK tak punya manajemen risiko
JAKARTA. Haryono Umar Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid II menilai, penurunan kinerja KPK lantaran tidak memiliki manajemen risiko. Lihat saja, KPK sering diserbu dengan kriminalisasi dan gugatan praperadilan. Akibatnya, sekitar tiga bulan KPK tidak aktif dalam penanganan kasus. "Dari dulu KPK tidak pernah punya risk management. Jadi, kalau ada masalah mereka langsung limbung," jelasnya, kemarin Selasa (27/10). Haryono menilai, manajemen risiko sangat diperlukan KPK agar kinerjanya tetap stabil. Tekanan dan pelemahan KPK bakal terus ada dan sifatnya bukan lagi menuju perorangan dalam KPK tetapi sistemnya.