JAKARTA. Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) memberikan rekomendasi Tindakan Pengamanan Perdagangan (TPP) terhadap impor kertas dan kertas karton yang dilapisi atau biasa disebut coated paper. KPPI merekomendasikan Bea Masuk Tindak Pengamanan (BMTP) atau safeguard untuk coated paper berupa bea masuk sebesar 9%. Berdasarkan situs KPPI, pihaknya merilis Laporan Akhir Hasil Penyelidikkan Tindak Pengamanan Terhadap Impor Produk “KERTAS DAN KERTAS KARTON DILAPISI, TIDAK TERMASUK KERTAS UANG, DENGAN NOMOR HARMONIZED SYSTEM (HS.): 4810.13.11.00, 4810.13.19.00, 4810.13.91.90, 4810.13.99.90, 4810.14.11.00, 4810.14.19.00, 4810.14.91.90, 4810.14.99.90, 4810.19.11.00, 4810.19.19.90, 4810.19.91.90 dan 4810.19.99.90.” Laporan akhir hasil penyelidikan itu berupa hasil dari penyelidikan yang dilakukan KPPI terhadap permohonan pemberian BMTP / Safeguard yang diajukan oleh PT Tjiwi Kimia tbk (TKIM) dan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, akibat dari melonjaknya impor coated paper yang dianggap membahayakan industri dalam negeri.
KPPI rekomendasikan safeguard impor coated paper
JAKARTA. Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) memberikan rekomendasi Tindakan Pengamanan Perdagangan (TPP) terhadap impor kertas dan kertas karton yang dilapisi atau biasa disebut coated paper. KPPI merekomendasikan Bea Masuk Tindak Pengamanan (BMTP) atau safeguard untuk coated paper berupa bea masuk sebesar 9%. Berdasarkan situs KPPI, pihaknya merilis Laporan Akhir Hasil Penyelidikkan Tindak Pengamanan Terhadap Impor Produk “KERTAS DAN KERTAS KARTON DILAPISI, TIDAK TERMASUK KERTAS UANG, DENGAN NOMOR HARMONIZED SYSTEM (HS.): 4810.13.11.00, 4810.13.19.00, 4810.13.91.90, 4810.13.99.90, 4810.14.11.00, 4810.14.19.00, 4810.14.91.90, 4810.14.99.90, 4810.19.11.00, 4810.19.19.90, 4810.19.91.90 dan 4810.19.99.90.” Laporan akhir hasil penyelidikan itu berupa hasil dari penyelidikan yang dilakukan KPPI terhadap permohonan pemberian BMTP / Safeguard yang diajukan oleh PT Tjiwi Kimia tbk (TKIM) dan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, akibat dari melonjaknya impor coated paper yang dianggap membahayakan industri dalam negeri.