KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengajak Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) untuk membantu KPPU dalam penegakan hukum atas kasus-kasus yang membutuhkan kemampuan teknik. Khususnya di bidang konstruksi, pelayaran/ kepelabuhanan, dan teknologi digital. Keinginan tersebut disampaikan Ketua KPPU Kodrat Wibowo dalam pertemuannya dengan Rektor ITS Mochamad Ashari di Surabaya, Jumat (13/8). Ketua KPPU Kodrat Wibowo menjelaskan, kasus yang dihadapi KPPU semakin kompleks setiap tahunnya. Bahkan di kasus persekongkolan tender, yang saat ini masih mendominasi laporan yang masuk ke KPPU.
"Dalam kasus persekongkolan tender, khususnya konstruksi, variasi dan aspek teknis yang menjadi perhatian, semakin rumit dan membutuhkan keahlian khusus," ujar Kodrat dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan, Sabtu (14/8). Baca Juga: Tiga terduga teroris di Lebak Banten ditangkap Densus 88 KPPU tidak ingin ke depan proses penegakan hukum terhambat sebagai akibat kurangnya pemahaman KPPU atas isu yang dipersoalkan. Untuk itu, dukungan keahlian ITS di bidang teknik sangat dibutuhkan. Diharapkan ITS mampu menyumbangkan kompetensinya dalam memperkuat aspek pembuktian, memperhatikan semakin kompleksnya kasus yang dihadapi KPPU. Untuk itu, kedua Lembaga sepakat untuk menjalin kerja sama yang lebih formal dalam mewujudkan hal tersebut. Kodrat mengatakan, KPPU juga memfokuskan inisiatifnya pada kasus-kasus kompleks di bidang teknologi digital, khususnya platform online. Hal ini sejalan dengan pola pelanggaran persaingan usaha yang terjadi di dunia, dan diputus oleh berbagai otoritas persaingan usaha internasional. Kodrat mentargetkan dominasi sektor teknologi digital oleh pelaku usaha tertentu dapat dicegah KPPU dengan menggandeng keahlian di ITS. Rektor ITS Mochamad Ashari menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan siap untuk membantu KPPU. Hal ini sejalan dengan komitmennya untuk memprioritaskan hubungan kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah.