KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperkuat strategi bisnis di pasar rumah sekunder (secondary market) untuk menopang pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) di tengah perlambatan permintaan properti hingga pertengahan tahun ini. Hingga Juni 2026, outstanding KPR BTN tercatat mencapai Rp 309,94 triliun atau tumbuh 5,8% secara tahunan (year on year/yoy). Namun, pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7,4% yoy. Perlambatan terutama terjadi pada segmen KPR nonsubsidi. Penyaluran KPR nonsubsidi hanya tumbuh 2% yoy, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 8,8% yoy pada periode yang sama tahun lalu.
KPR Melandai, BTN Bidik Pertumbuhan dari Pasar Sekunder
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperkuat strategi bisnis di pasar rumah sekunder (secondary market) untuk menopang pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) di tengah perlambatan permintaan properti hingga pertengahan tahun ini. Hingga Juni 2026, outstanding KPR BTN tercatat mencapai Rp 309,94 triliun atau tumbuh 5,8% secara tahunan (year on year/yoy). Namun, pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7,4% yoy. Perlambatan terutama terjadi pada segmen KPR nonsubsidi. Penyaluran KPR nonsubsidi hanya tumbuh 2% yoy, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 8,8% yoy pada periode yang sama tahun lalu.
TAG: