KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Krakatau Posco menegaskan perannya sebagai produsen baja berteknologi tinggi yang menyediakan material berkualitas untuk berbagai sektor, seperti konstruksi, energi, struktur lepas pantai, hingga alat berat. Perusahaan memproduksi baja spesifikasi tinggi dengan dukungan fasilitas terintegrasi, teknologi rolling mill presisi, serta sistem produksi berbasis komputer yang memungkinkan pemantauan real-time dan efisiensi optimal. Direktur Technology & Business Development Krakatau Posco, Alhadis Syamsuddin mengatakan, keunggulan Krakatau Posco tidak hanya pada produk, tetapi juga pada kapabilitas manufaktur yang terintegrasi dan berbasis teknologi maju.
Pengendalian kualitas dilakukan secara ketat, mulai dari komposisi kimia hingga inspeksi berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui fasilitas
Surface Defect Detector (SDD) untuk memastikan standar mutu tetap terjaga. “Inovasi teknologi menjadi kunci kami dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Alhadis dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Baca Juga: Mendorong Ekonomi Sirkuler Lewat Pemanfaatan Slag Baja pada Infrastruktur Jalan Dengan inovasi teknologi dan sertifikasi internasional, Krakatau Posco memperkuat posisinya sebagai pemain kunci industri baja yang mendukung kebutuhan infrastruktur tangguh dan berkelanjutan di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Alhadis dalam Seminar Nasional dan Pameran Rantai Pasok Konstruksi Baja yang diselenggarakan Indonesia Society of Steel Construction (ISSC) pada 15–16 April 2026. Krakatau Posco menyoroti
Hi-Strength Welded Structural Steel yang digunakan untuk konstruksi berat seperti jembatan, gedung bertingkat, dan fasilitas industri, dengan kekuatan serta daya tahan tinggi untuk beban ekstrem.
Baca Juga: Harga Semen dan Baja Naik, Industri Properti Hadapi Tekanan Biaya Konstruksi Perusahaan juga mengembangkan Seismic Steel sebagai solusi konstruksi tahan gempa di Indonesia yang memiliki aktivitas seismik tinggi. Material ini memiliki keuletan dan ketangguhan tinggi serta yield ratio maksimal 80% sesuai standar global. “Penggunaan seismic steel merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keselamatan konstruksi,” ujar Alhadis. Pengembangannya merujuk pada pengalaman gempa Northridge 1994 dan Kobe 1995 yang menunjukkan banyak kegagalan pada sambungan struktur baja, sehingga mendorong inovasi material dengan kemampuan las dan performa struktural lebih baik.
Baja tipe SN400 dan SN490 yang dikembangkan Krakatau Posco mampu menjaga integritas struktur saat gempa dan meningkatkan keselamatan konstruksi, sekaligus turut dikembangkan dalam penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu,
Weathering Steel juga dikembangkan sebagai baja tahan cuaca yang membentuk lapisan pelindung alami untuk mengurangi kebutuhan pelapisan tambahan. Material ini cocok untuk jembatan dan bangunan, dengan keunggulan umur pakai lebih panjang, biaya perawatan lebih rendah, serta jejak karbon yang lebih kecil. Alhadis menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Sinergi antara produsen baja, pelaku konstruksi, dan pemerintah menjadi kunci menjadikan industri konstruksi baja sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News