Krakatau Steel Bakal Groundbreaking Proyek Hilirasi Carbon Steel & Stainless Steel



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) bersiap memulai proyek hilirisasi baja terintegrasi dengan nilai investasi mencapai Rp 30 triliun.

Rencananya, groundbreaking proyek ini akan dilakukan di Cilacap pada 29 April 2026 dan dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, mengungkapkan, proyek ini merupakan bagian dari mandat pemerintah untuk mempercepat hilirisasi industri baja nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan baku.


"Kita mendapat amanah dari Danantara dan Insya Allah akan groundbreaking tanggal 29 April untuk [mengurangi] ketergantungan impor yang sangat tinggi," ujarnya dalam Coffee Morning with CEO di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Baca Juga: Bos Krakatau Steel (KRAS) Ungkap 300.000 Ton Bahan Baku Tertahan di Selat Hormuz

Proyek hilirisasi tersebut akan mencakup pengembangan industri carbon steel dan stainless steel.

Untuk carbon steel, Krakatau Steel akan tetap mengoptimalkan fasilitas di Cilegon dengan memanfaatkan bahan baku iron ore dari dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah.

Sementara itu, pengembangan stainless steel akan difokuskan di wilayah yang dekat dengan sumber bahan baku nikel, untuk memperkuat integrasi hulu-hilir industri baja.

Akbar menuturkan, langkah ini diharapkan menjadi titik awal bagi kemandirian industri baja nasional, khususnya dalam pemenuhan bahan baku yang selama ini masih didominasi impor.

Lebih lanjut, perusahaan mengakui pembangunan ekosistem industri baja terintegrasi tidak dapat dilakukan secara instan.

 
KRAS Chart by TradingView

Diperlukan waktu serta dukungan lintas sektor agar proyek ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak terhadap kinerja perseroan maupun perekonomian nasional.

Baca Juga: Krakatau Steel (KRAS) Bidik Kinerja Positif di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

Menurut Akbar, keberhasilan proyek hilirisasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pendapatan Krakatau Steel sekaligus memperkuat kontribusi industri baja terhadap ekonomi domestik.

Sebagai informasi, proyek hilirisasi ini juga mendapat dukungan dari Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia sebagai bagian dari strategi penguatan sektor industri strategis nasional.

Pada Desember 2025, Krakatau Steel mendapatkan suntikan  modal kerja Rp 5 triliun oleh Danantara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News