KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) melalui anak usahanya, PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) bakal mengalihkan aset hotel atas nama The Royale Krakatau Hotel kepada PT Hotel Indonesia Natour (HIN) yang merupakan anak usaha InJourney. Rencana pelepasan aset hotel tersebut merupakan tindak lanjut arahan PT Danantara Asset Management (DIM) terkait konsolidasi hotel BUMN dan penataan portofolio bisnis. "Transaksi ini diharapkan dapat memperkuat posisi bisnis, meningkatkan sinergi, dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi KSI maupun Perseroan dan grup Perseroan," tulis Manajemen KRAS dalam keterbukaan informasi, Kamis (2/7). Nilai transaksi pengalihan aset tersebut tercatat sebesar Rp 312 miliar atau sekitar 2,58% dari ekuitas KRAS berdasarkan laporan keuangan tahunan yang diaudit per 31 Desember 2025 yaitu US$ 725,51 juta. Baca Juga: PIK2 (PANI) Suntik Modal ke Entitas Anak Rp 20,02 Miliar, Ini Tujuannya Sebagai kompensasi atas pemisahan aset hotel milik KSI kepada HIN, maka HIN akan menerbitkan saham baru Seri C yang akan diambil oleh KSI berdasarkan nilai yang disepakati para pihak. Pelaksanaan transaksi ini tunduk pada pemenuhan berbagai prasyarat, termasuk persetujuan korporasi, hasil uji tuntas, persetujuan kreditur, serta pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setelah seluruh prasyarat terpenuhi, para pihak akan menandatangani Akta Pemisahan dan melaksanakan penerbitan saham baru oleh HIN. Secara umum, tujuan transaksi ini adalah untuk menata portofolio usaha BUMN dengan konsolidasi bisnis perhotelan agar dikelola oleh entitas yang memiliki kompetensi khusus, sekaligus memperkuat fokus KSI pada core business di bidang kawasan industri, infrastruktur, utilitas, dan jasa pendukung. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas serta efisiensi pengelolaan unit hotel yang memiliki karakteristik berbeda dengan bisnis utama, sekaligus menciptakan struktur usaha yang lebih sederhana dan terintegrasi sehingga setiap entitas dapat menjalankan kegiatan sesuai kompetensinya secara lebih fokus. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Krakatau Steel (KRAS) Alihkan Aset Hotel Rp 312 Miliar ke InJourney
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) melalui anak usahanya, PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) bakal mengalihkan aset hotel atas nama The Royale Krakatau Hotel kepada PT Hotel Indonesia Natour (HIN) yang merupakan anak usaha InJourney. Rencana pelepasan aset hotel tersebut merupakan tindak lanjut arahan PT Danantara Asset Management (DIM) terkait konsolidasi hotel BUMN dan penataan portofolio bisnis. "Transaksi ini diharapkan dapat memperkuat posisi bisnis, meningkatkan sinergi, dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi KSI maupun Perseroan dan grup Perseroan," tulis Manajemen KRAS dalam keterbukaan informasi, Kamis (2/7). Nilai transaksi pengalihan aset tersebut tercatat sebesar Rp 312 miliar atau sekitar 2,58% dari ekuitas KRAS berdasarkan laporan keuangan tahunan yang diaudit per 31 Desember 2025 yaitu US$ 725,51 juta. Baca Juga: PIK2 (PANI) Suntik Modal ke Entitas Anak Rp 20,02 Miliar, Ini Tujuannya Sebagai kompensasi atas pemisahan aset hotel milik KSI kepada HIN, maka HIN akan menerbitkan saham baru Seri C yang akan diambil oleh KSI berdasarkan nilai yang disepakati para pihak. Pelaksanaan transaksi ini tunduk pada pemenuhan berbagai prasyarat, termasuk persetujuan korporasi, hasil uji tuntas, persetujuan kreditur, serta pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setelah seluruh prasyarat terpenuhi, para pihak akan menandatangani Akta Pemisahan dan melaksanakan penerbitan saham baru oleh HIN. Secara umum, tujuan transaksi ini adalah untuk menata portofolio usaha BUMN dengan konsolidasi bisnis perhotelan agar dikelola oleh entitas yang memiliki kompetensi khusus, sekaligus memperkuat fokus KSI pada core business di bidang kawasan industri, infrastruktur, utilitas, dan jasa pendukung. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas serta efisiensi pengelolaan unit hotel yang memiliki karakteristik berbeda dengan bisnis utama, sekaligus menciptakan struktur usaha yang lebih sederhana dan terintegrasi sehingga setiap entitas dapat menjalankan kegiatan sesuai kompetensinya secara lebih fokus. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
TAG: