Krakatau Steel (KRAS) Optimistis Raih Kinerja Keuangan Lebih Baik pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) semakin percaya diri dapat mencetak kinerja yang cemerlang sepanjang 2026. Hal ini telah ditegaskan oleh Manajemen KRAS saat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 27 April 2026 lalu.

Sepanjang 2025 lalu, KRAS berhasil membukukan kinerja positif dengan pendapatan usaha sebesar US$ 959,8 juta dan volume penjualan baja 0,94 juta ton, sehingga mencerminkan penguatan fundamental bisnis di tengah dinamika industri.

Capaian ini berlanjut pada awal 2026. Hingga akhir kuartal I-2026, KRAS mencatat kenaikan pendapatan usaha sebesar 11,8% year on year (yoy) menjadi US$ 262,4 juta. Bersamaan dengan itu, KRAS berhasil membalikkan posisi rugi menjadi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 2,6 juta.


Baca Juga: Rupiah Pecah Rekor Terlemah, Analis Prediksi Tekanan Berlanjut hingga Mei

Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menegaskan bahwa hasil kinerja keuangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa fundamental perusahaan kini jauh lebih tangguh.

“KRAS Reborn kini telah menjadi fondasi kokoh yang memperkuat daya saing dan ketahanan usaha Krakatau Steel. Perbaikan kinerja yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari transformasi yang solid, berkelanjutan, dan adaptif,” ujar dia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Kamis (30/4).

Hingga akhir kuartal I-2026, KRAS mencatatkan total aset sebanyak US$ 2,9 miliar atau lebih tinggi dibandingkan posisi akhir 2025 yakni US$ 2,7 miliar. Ekuitas KRAS juga meningkat menjadi US$ 745,7 juta pada akhir kuartal I-2026, dibandingkan akhir tahun lalu yaitu di angka US$ 725,5juta. 

Penyehatan finansial ini tidak lepas dari dukungan strategis pemegang saham melalui Danantara, termasuk Pinjaman Pemegang Saham (PPS) dan kesepakatan restrukturisasi lanjutan yang memperkuat likuiditas serta efisiensi operasional perusahaan.

Selain mencetak keuntungan, KRAS terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung pembangunan nasional (Asta Cita). Produsen baja pelat merah ini secara aktif menyuplai kebutuhan baja untuk proyek energi, infrastruktur strategis, hingga memberikan dukungan nyata pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan aksi tanggap bencana.

Di sisi tanggung jawab sosial, program UMKM binaan KRAS menunjukkan pertumbuhan positif. Aset neto program UMK tercatat meningkat 8% menjadi Rp 35,59 miliar pada 2025 yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan pengembalian pinjaman dan jasa administrasi mitra binaan.

Setelah tuntasnya RUPST tahun buku 2025, KRAS optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan positif. Fokus KRAS pada masa mendatang adalah terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) sekaligus memperkokoh posisi industri baja Indonesia di pasar internasional.

Baca Juga: JPFA Bagikan Dividen Rp 1,62 Triliun, Simak Jadwal Lengkapnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News