KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk (
BBHI) mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (
net interest income/NII) hingga Juli 2026, seiring dengan ekspansi penyaluran kredit. Hingga Juli 2026 NII Allo Bank mencapai Rp 917,11 miliar, meningkat 14,84% yoy dari Rp 798,64 miliar pada Juli 2025. Adapun hingga Juli 2026, kredit yang diberikan mencapai Rp 9,50 triliun, tumbuh sekitar 26,7% yoy dari Rp 7,50 triliun pada Juli 2025.
Di sisi penghimpunan dana, DPK Allo Bank tercatat turun 5,48% yoy menjadi Rp 6,06 triliun pada Juli 2026, dari Rp 6,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Krom Bank Catatkan NII Naik 79% Jadi Rp 1,60 Triliun hingga Juli 2026 Digital Strategy Head Allo Bank Desty D. Pradityo mengatakan, pendapatan bunga Allo Bank masih menunjukkan perkembangan positif, sejalan dengan pertumbuhan portofolio kredit dan meningkatnya aktivitas nasabah pada berbagai produk pembiayaan. "Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh ekspansi bisnis pada segmen-segmen yang memiliki demand yang baik, disertai dengan pengelolaan portofolio yang semakin terukur dan berbasis risiko," ujar Desty kepada Kontan, Selasa (1/9/2026).
Meski demikian, dalam menyalurkan kredit Desty mengatakan bank tidak hanya mengejar pertumbuhan outstanding, tetapi memastikan setiap pertumbuhan kredit dapat memberikan
risk-adjusted return yang sehat dan berkontribusi terhadap pendapatan berkelanjutan dalam jangka panjang. Dari sisi pricing, belum terdapat perubahan signifikan pada suku bunga kredit Allo Bank. Desty mengatakan setiap penyesuaian akan mempertimbangkan
cost of fund, likuiditas, profil risiko, kompetisi pasar, serta kualitas aset dan profitabilitas.
Baca Juga: Tak Agresif, Allo Bank Turunkan Bunga Deposito Secara Selektif Desty mengatakan masih melihat ruang pertumbuhan kredit yang positif dengan tetap memperhatikan kemampuan funding, kualitas kredit dan profitabilitas. "Kami optimistis dapat terus meningkatkan pendapatan bunga sekaligus membangun
revenue yang lebih
sustainable dan
resilient," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News