Kredit Amar Bank Terdorong Perluasan Jangkauan Pasar



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) terus memperluas jangkauan bisnisnya untuk mendorong pertumbuhan kredit tahun ini. Bank digital ini mulai menggarap pasar baru guna memperluas basis nasabah, khususnya di segmen ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

SVP Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan, ekspansi ke wilayah baru menjadi salah satu strategi utama bank dalam menjaga pertumbuhan kredit di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Hingga kuartal I-2026, Amar Bank membukukan kredit bruto sebesar Rp 4,16 triliun atau tumbuh 30,62% secara tahunan (year on year/yoy). David bilang lebih dari separuh portofolio kredit bank disalurkan ke sektor UMKM.


Baca Juga: Bidik UMKM dan Ritel, Krom Bank Optimistis Kredit Tetap Tumbuh Positif

"Tahun ini kami ekspansi ke kota-kota yang sebelumnya belum terpapar produk-produk Amar Bank, seperti Surabaya dan Makassar. Kami juga memperkuat branding di kota-kota tersebut untuk meningkatkan penetrasi pasar," ujar David kepada Kontan, Kamis (11/6/2026). 

Bank melihat peluang pertumbuhan di daerah masih cukup besar mengingat kebutuhan pembiayaan segmen ritel dan UMKM terus meningkat. Karena itulah, David bilang pihaknya berupaya memperluas akses layanan digital kepada masyarakat yang belum banyak tersentuh produk bank.

Strategi tersebut turut ditopang oleh model bisnis digital yang mengandalkan akal imitasi alias artificial intelligence (AI) dan analisis data. Dengan pendekatan tersebut, kata David, proses penyaluran kredit dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien sekaligus membantu bank mengidentifikasi risiko lebih dini.

Pun Amar Bank melihat potensi pertumbuhan kredit masih terbuka lebar seiring meningkatnya aktivitas ekonomi digital dan kebutuhan pembiayaan masyarakat. Dalam menangkap potensi tersebut, bank berencana terus memperluas akses pembiayaan digital melalui penguatan ekosistem dan inovasi teknologi.

Baca Juga: Merespons Wacana Buyback Saham BUMN, BRI Fokus Jaga Fundamental dan Kepercayaan Pasar

Ke depan, Amar Bank juga mencermati sejumlah katalis yang berpotensi menopang pertumbuhan kredit, mulai dari tingginya permintaan pembiayaan, pertumbuhan ekonomi digital, hingga dukungan pemerintah terhadap sektor UMKM.

Meski agresif berekspansi, David memastikan Amar Bank tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Bank memastikan setiap pertumbuhan bisnis tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang kuat guna menjaga kualitas aset di tengah ketidakpastian ekonomi.

Hingga kuartal I-2026, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Amar Bank turun signifikan menjadi 0,86% dari posisi 1,48% pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan NPL di tengah masifnya pertumbuhan kredit ini, kata David, menunjukkan bahwa kualitas aset bakal selalu menjadi perhatian utama bank. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News