Kredit Bank pada Februari 2026 Melambat, Analis Soroti Daya Beli yang Masih Lemah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Februari 2026 turun bila dibandingkan bulan sebelumnya. Analis menilai pelambatan di awal tahun ini dikarenakan daya beli yang belum menguat.

BI mencatat pertumbuhan kredit bank pada Februari 2026 sebesar 9,37%, turun dari pertumbuhan pada Januari 2026 yang sebesar 9,96%. Adapun perlambatan terjadi di seluruh segmen kredit.

Pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, menilai pelambatan ini terjadi akibat daya beli masyarakat yang belum menguat.


Baca Juga: Kredit Perbankan Melambat pada Februari 2026, BI Tetap Optimistis

"Permintaan kredit lesu karena tertahannya ekspansi akibat daya beli yang belum sepenuhnya membaik," kata Trioksa saat dihubungi pada Selasa (17/3/2026).

Tertahannya permintaan kredit masyarakat ini dikarenakan oleh berbagai faktor, seperti pertumbuhan ekonomi yang belum membaik, ancaman inflasi di awal tahun, suku bunga bank yang masih relatif tinggi, hingga kondisi geopolitik global yang mulai memanas pada Februari 2026.

Di sisi lain, Direktur Sagara Research Institute, Piter Abdullah menilai perbankan juga semakin selektif dan menahan penyaluran kredit. Dengan kondisi ekonomi, baik global dan domestik saat ini, banyak bank yang memilih untuk berhati-hati agar tidak terkena risiko kredit macet.

Baca Juga: Kredit Perbankan Sektor Konstruksi Terus Tumbuh Agresif Ditopang Program Pemerintah

"Bank Besar yang meskipun memiliki likuiditas cukup lebih memilih berhati-hati. Dampaknya tercermin di antaranya di pertumbuhan kredit," kata Piter kepada Kontan, Selasa (17/3/2026).

Meski secara mayoritas kredit perbankan cukup melambat, Piter menyebut seharusnya bank himbara tidak mengalami hal serupa. Pasalnya, bank himbara memang didorong oleh pemerintah untuk menyalurkan kredit.

Secara nasional, Piter menilai kredit perbankan akan bertumbuh kencang lagi jika ada sentimen positif yang dapat mendorong tingkat investasi dan konsumsi di masyarakat.

Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 9,96% di Januari 2026, Ini Saham Bank Pilihan Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News