Kredit BCA Tumbuh Positif, Pembiayaan UKM di Atas Industri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 10,5% secara tahunan (year on year/yoy) hingga Agustus 2026 secara bank only, mencapai Rp 1.017 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh penyaluran pembiayaan ke berbagai segmen, mulai dari korporasi, komersial hingga usaha kecil dan menengah (UKM).

Secara khusus, kredit BCA ke segmen UKM mencapai Rp 134 triliun per Juli 2026, tumbuh 6,9% yoy. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan kredit UKM industri perbankan yang hanya sebesar 1,2% yoy pada periode yang sama, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih menyebut, pertumbuhan kredit tersebut mencerminkan komitmen bank dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan pelaku usaha di berbagai sektor.

Baca Juga: Gaji ASN Diusulkan Lewat Kopdes Merah Putih, Dana Murah BPD Jadi Taruhan

Salah satu upaya BCA untuk mendukung pembiayaan pelaku usaha adalah melalui Kredit Multiguna Usaha MerDeKa (Material, Developer, dan Kontraktor) atau KMU MerDeKa. Program ini menyasar pelaku usaha di sektor material, pengembang, dan kontraktor.

"Kami senantiasa memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit agar pertumbuhan yang dicapai dapat berlangsung sehat dan berkelanjutan," ujar John dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2025).

Di samping penyaluran kredit, BCA juga menjalankan sejumlah program pendampingan untuk mendorong pengembangan usaha UKM. Program tersebut antara lain BCA Bangga Lokal, UMKM Go Export, Sertifikasi Halal, dan BCA UMKM Fest.

Baca Juga: Penyaluran KUR Terhambat Pelemahan Daya Beli

Seiring dengan ekspansi kredit, BCA juga menjaga kualitas aset. Per Agustus 2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat sebesar 1,8%, sedangkan rasio loan at risk (LAR) sebesar 4,7%.

Emiten bank berkode saham BBCA ini memastikan bakal tetap mempertimbangkan prospek usaha debitur dan dinamika perekonomian dalam menyalurkan kredit, sembari menjaga kualitas pembiayaan dan likuiditas.

Dengan pertumbuhan kredit yang positif serta kualitas aset yang terjaga, BCA berharap dapat terus mendukung kebutuhan pembiayaan nasabah dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News