JAKARTA. Laba bank daerah berpotensi menggemuk di akhir tahun. Soalnya, provisi atau pencadangan bank terhadap kredit bermasalah terus menunjukkan perlambatan. Dengan kata lain, bank pembangunan daerah (BPD) berhasil memperbaiki kualitas kredit. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) alias provisi bank daerah tumbuh 7,57% menjadi Rp 9,3 triliun per April 2016 ketimbang tahun lalu atau year on year (yoy). Pertumbuhan ini melambat ketimbang pertumbuhan di April 2015 yang sebesar 17,68%. Sementara, rasio kredit bermasalah (NPL) BPD sebesar 4,04%, turun 8,11 basis poin, yoy. Bank daerah pun percaya diri bisa menekan dana pencadangan di akhir tahun. Contoh, PT BPD Jawa Timur (Jatim) Tbk.
Kredit bermasalah membaik, provisi BPD susut
JAKARTA. Laba bank daerah berpotensi menggemuk di akhir tahun. Soalnya, provisi atau pencadangan bank terhadap kredit bermasalah terus menunjukkan perlambatan. Dengan kata lain, bank pembangunan daerah (BPD) berhasil memperbaiki kualitas kredit. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) alias provisi bank daerah tumbuh 7,57% menjadi Rp 9,3 triliun per April 2016 ketimbang tahun lalu atau year on year (yoy). Pertumbuhan ini melambat ketimbang pertumbuhan di April 2015 yang sebesar 17,68%. Sementara, rasio kredit bermasalah (NPL) BPD sebesar 4,04%, turun 8,11 basis poin, yoy. Bank daerah pun percaya diri bisa menekan dana pencadangan di akhir tahun. Contoh, PT BPD Jawa Timur (Jatim) Tbk.