KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri perbankan menghadapi tantangan pada awal 2026 seiring meningkatnya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), di tengah ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi menekan kinerja ekonomi domestik. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, penyaluran kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh 9,96% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 8.557 triliun. Seiring dengan ekspansi kredit tersebut, rasio NPL industri perbankan ikut naik menjadi 2,15%, sementara NPL pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat lebih tinggi di level 4,6%.
Kredit Bermasalah Naik Januari 2026, Perbankan Waspadai Risiko Geopolitik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri perbankan menghadapi tantangan pada awal 2026 seiring meningkatnya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), di tengah ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi menekan kinerja ekonomi domestik. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, penyaluran kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh 9,96% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 8.557 triliun. Seiring dengan ekspansi kredit tersebut, rasio NPL industri perbankan ikut naik menjadi 2,15%, sementara NPL pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat lebih tinggi di level 4,6%.
TAG: