KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
Di tengah melandainya pertumbuhan kredit industri perbankan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) terpantau berhasil mencatatkan kinerja kredit yang apik dalam tiga bulan pertama tahun ini. Seiring dengan itu, laju profitabilitas bank pun mulai pulih. Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) per Maret 2026. Selama kuartal I-2026, pertumbuhan kredit industri masih bertahan di kisaran 9%, relatif melambat dari tahun sebelumnya di kisaran 10%. Sementara itu, dalam periode yang sama penyaluran kredit BNI tumbuh 20,1% yoy menjadi Rp 919,3 triliun. Capaian ini juga melesat ketimbang pertumbuhan kredit 10,1% yoy pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: RUPST Bank bjb Sepakat Tebar Dividen Rp 900 Miliar Secara rinci, merujuk laporan keuangannya, kredit individual yang disalurkan mencapai Rp 70 triliun atau naik 5,6% yoy dan kredit kolektif sebesar Rp 849,3 triliun atau naik 22,4% yoy. Dengan pertumbuhan kredit ini, pendapatan bunga bank tumbuh 13,7% yoy menjadi Rp 18,9 triliun, sementara beban bunganya naik 15,9% yoy menjadi Rp 7,9 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih (
net interest income/NII) naik 12,1% yoy menjadi Rp 11 triliun. Dari hasil itu nampak BNI mulai melakukan penyesuaian suku bunga sehingga pertumbuhan pendapatan bunga bank lebih terbatas ketimbang kreditnya. Dari sisi operasional, bank juga diuntungkan dengan tumbuhnya pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi sebesar 8,9% yoy menjadi Rp 2,6 triliun. Namun, beban impairment bank naik 26,5% yoy menjadi Rp 2 triliun. Dus, laba operasional bank tumbuh lebih terbatas 5,4% yoy menjadi Rp 6,9 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih BNI dalam periode ini dicatat tumbuh 5% menjadi Rp 5,6 triliun pada kuartal I-2026.
Dari sisi intermediasi, BNI berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1.100,5 triliun, naik 34,21% yoy. Capaian ini ditopang oleh pertumbuhan giro yang mencapai 39,7% yoy menjadi Rp 446,9 triliun dan tabungan sebesar 10,4% yoy menjadi Rp 284,7 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News