JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) optimistis target pertumbuhan kredit 22% hingga akhir tahun ini bakal tercapai. Apalagi per September 2011 pertumbuhan kredit BRI sudah mencapai 23% dibandingkan periode serupa tahun lalu. "Pertumbuhan itu sama dengan rata-rata industri yang pada kuartal ketiga tahun ini sekitar 23%-24%," kata Direktur Keuangan BRI Achmad Baequni di acara Investor Summit 2011, Rabu (5/10). Ia mengatakan, target pertumbuhan kredit masih bisa tercapai meskipun perekonomian global cenderung melambat tahun ini. Optimisme BRI disokong beberapa faktor. Di antaranya, PDB Indonesia yang per Juni 2011 yang mencapai 6,5%, inflasi terkendali dan cadangan devisa cukup signifikan. Selain itu, sekitar dua per tiga atau mayoritas ekspor Indonesia diarahkan ke kawasan Asia. Adapun ekspor ke Eropa mencapai 13% dan ke AS sebesar 10%. "Selama ini kami lebih banyak membiayai kredit di dalam negeri, seperti di sektor infrastruktur dan perkebunan," terang Baequni. Merujuk kinerja sampai semester I-2011, total kredit BRI mencapai Rp 265,82 triliun. Angka ini meningkat 17,49% dibandingkan periode serupa tahun lalu yang besarnya Rp 226,24 triliun. "Jika kredit kami tumbuh di atas 24% tahun depan, mungkin BRI akan menerbitkan subdebt," jelas Baequni. Informasi saja, rasio kecukupan modal BRI per Juni sebesar 14,7%.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Kredit BRI tumbuh hingga 24% pada kuartal III 2011
JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) optimistis target pertumbuhan kredit 22% hingga akhir tahun ini bakal tercapai. Apalagi per September 2011 pertumbuhan kredit BRI sudah mencapai 23% dibandingkan periode serupa tahun lalu. "Pertumbuhan itu sama dengan rata-rata industri yang pada kuartal ketiga tahun ini sekitar 23%-24%," kata Direktur Keuangan BRI Achmad Baequni di acara Investor Summit 2011, Rabu (5/10). Ia mengatakan, target pertumbuhan kredit masih bisa tercapai meskipun perekonomian global cenderung melambat tahun ini. Optimisme BRI disokong beberapa faktor. Di antaranya, PDB Indonesia yang per Juni 2011 yang mencapai 6,5%, inflasi terkendali dan cadangan devisa cukup signifikan. Selain itu, sekitar dua per tiga atau mayoritas ekspor Indonesia diarahkan ke kawasan Asia. Adapun ekspor ke Eropa mencapai 13% dan ke AS sebesar 10%. "Selama ini kami lebih banyak membiayai kredit di dalam negeri, seperti di sektor infrastruktur dan perkebunan," terang Baequni. Merujuk kinerja sampai semester I-2011, total kredit BRI mencapai Rp 265,82 triliun. Angka ini meningkat 17,49% dibandingkan periode serupa tahun lalu yang besarnya Rp 226,24 triliun. "Jika kredit kami tumbuh di atas 24% tahun depan, mungkin BRI akan menerbitkan subdebt," jelas Baequni. Informasi saja, rasio kecukupan modal BRI per Juni sebesar 14,7%.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News