KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (
BNGA) mencatat pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan hingga paruh pertama 2026. Hingga 30 Juni 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasian CIMB Niaga mencapai Rp247,2 triliun, atau tumbuh 6,63% secara tahunan (
year on year/YoY). Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh segmen korporasi yang menjadi penyumbang pertumbuhan kredit terbesar. Kredit korporasi CIMB Niaga tumbuh 13,8% yoy pada semester I-2026. Sementara itu, kredit komersial tumbuh 4,6% yoy, diikuti kredit usaha kecil dan menengah (UKM) sebesar 2,9% yoy. Adapun kredit konsumer tercatat tumbuh tipis 0,1% yoy.
Pada segmen ritel, pertumbuhan kredit terutama berasal dari Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat 4,7% yoy. Di tengah ekspansi kredit tersebut, CIMB Niaga juga mampu mempertahankan kualitas aset. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang membaik menjadi 1,83% pada semester I-2026, dibandingkan 1,88% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, pertumbuhan kredit dan pembiayaan menjadi salah satu faktor yang menopang kinerja perseroan sepanjang enam bulan pertama 2026.
Baca Juga: FWD Syariah Resmi Kantongi Izin Usaha Asuransi Jiwa Syariah dari OJK “Kami bersyukur dapat meraih kinerja yang stabil pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan pada kredit/pembiayaan dan dana murah (CASA) yang berkelanjutan, serta implementasi strategi yang disiplin,” ujar Lani dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2026). Menurut Lani, CIMB Niaga akan tetap mendorong ekspansi kredit dengan mengedepankan kualitas serta menjaga fundamental bisnis perseroan. “Dengan fondasi yang kuat tersebut, kami akan terus menjalankan strategi Forward30 secara disiplin dengan fokus pada berbagai area pertumbuhan utama. Kami akan terus mendorong pertumbuhan kredit yang berkualitas, memperkuat penghimpunan dana murah (CASA), mendiversifikasi sumber pendapatan,” katanya. Pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan peningkatan total aset CIMB Niaga. Per 30 Juni 2026, total aset perseroan mencapai Rp382 triliun, naik 6,7% yoy. Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) CIMB Niaga meningkat 2,8% yoy menjadi Rp269,3 triliun. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan dana murah atau current account savings account (CASA). Rasio CASA CIMB Niaga tercatat meningkat menjadi 71,7% pada semester I-2026. Sementara itu, pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK membuat loan to deposit ratio (LDR) perseroan berada pada level 90,4%.
Baca Juga: BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Layanan Haji Digital CIMB Niaga juga tetap memperkuat pencadangan secara prudent, khususnya untuk perusahaan multifinance, dengan mengacu pada ketentuan regulator yang berlaku. “Di sisi lain, kualitas aset tetap terjaga dengan baik, yang tercermin dari perbaikan gross non-performing loans (NPL) menjadi 1,83%. Pada periode yang sama, kami juga secara prudent memperkuat pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku,” jelas Lani.
Dari sisi profitabilitas, CIMB Niaga membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,43 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut turun tipis 0,52% yoy. Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) juga mengalami penurunan 1,06% yoy menjadi Rp6,55 triliun. Meski demikian, tekanan terhadap laba bersih dan NII tersebut diimbangi oleh pertumbuhan pendapatan operasional serta pre-provision operating profit (PPOP). Masing-masing mencatat pertumbuhan sebesar 6,8% yoy dan 6,5% yoy pada semester I-2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News