KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit di sektor konstruksi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengalami peningkatan di penghujung tahun 2025. BCA memastikan kredit konstruksinya juga akan terus didorong di tahun 2026 dengan pendekatan secara prudent. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn mengatakan, BCA berkomitmen untuk mendukung penyaluran kredit di berbagai sektor, salah satunya adalah konstruksi. Hera menyebut, kredit konstruksi yang telah disalurkan BCA per Desember 2025 lalu mencapai Rp 43,7 triliun atau naik 11,9% secara tahunan (YoY).
Baca Juga: PermataBank Perkuat Bisnis Syariah, Belum Kejar Spin Off UUS "BCA berkomitmen mendukung pertumbuhan berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor konstruksi, dengan menyalurkan kredit secara pruden," kata Hera saat dihubungi Kontan, Kamis (12/3/2026). Hera juga mengatakan BCA akan terus menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat. Ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan risiko kredit. "BCA senantiasa mendorong penyaluran kredit di berbagai sektor potensial, dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian sesuai dengan dinamika makroekonomi domestik maupun global," ucapnya. Adapun penyaluran kredit konstruksi perbankan secara nasional mengalami peningkatan di penghujung tahun 2025. Dikutip dari data uang beredar Bank Indonesia, per Januari 2026, kredit konstruksi untuk tujuan investasi meningkat 38% secara tahunan (yoy). Sedangkan, kredit konstruksi dalam segmen kredit modal kerja (KMK) juga tumbuh 32,8% (yoy).
Pertumbuhan kredit konstruksi ini mulai menanjak sejak November 2025. Untuk diketahui, dari Januari 2025 hingga Oktober 2025, kredit konstruksi di segmen investasi tumbuh stagnan, sedangkan kredit konstruksi di segmen KMK malah terkontraksi di bulan-bulan tersebut. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News