KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
Kontras dari tahun sebelumnya, kredit ke sektor konstruksi selama paruh awal tahun ini terpantau melaju pesat. Tren tersebut di antaranya ditopang oleh masifnya realisasi proyek, termasuk program-program pemerintah. Berdasarkan laporan uang beredar Bank Indonesia (BI), kredit konstruksi perbankan berhasil tumbuh 47,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 581,9 triliun per Juni 2026. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu pertumbuhannya cuman 1,08% yoy. Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga, Rahma Gafmi melihat, saat ini appetite korporasi besar mulai menguat untuk merealisasikan belanja modal jangka menengah hingga panjang. Itu turut tercermin pada tingginya angka pertumbuhan kredit investasi secara keseluruhan.
“Kredit investasi yang konsisten tumbuh di atas 20% yoy berdampak langsung pada kebutuhan pembiayaan konstruksi fisik, pabrik, dan infrastruktur penunjang,” ungkap Rahma kepada Kontan, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Kredit Konstruksi Masih Tumbuh Tinggi, Tapi Perbankan Perlu Waspada Kenaikan NPL Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar serta program-program spesifik dari pemerintah turut memicu permintaan pembiayaan baru dari kontraktor dan pengembang. Misalnya, dorongan di sektor perumahan, termasuk ekosistem rantai pasok dan fasilitas pendukungnya, serta pembangunan koperasi desa. Di sisi suplai, Rahma melihat perbankan juga masih punya ruang likuiditas dan permodalan yang cukup untuk menyalurkan kredit ke sektor produktif, termasuk konstruksi, guna mengoptimalkan fungsi intermediasi di tengah tren suku bunga yang mulai kondusif. Ia memprediksi tren pertumbuhan kredit konstruksi masih bakal berlanjut hingga akhir tahun 2026. Hanya saja, lajunya kemungkinan bakal lebih selektif dan disesuaikan dengan asesmen risiko masing-masing bank, mengingat sektor konstruksi secara historis memiliki profil risiko yang memerlukan kehati-hatian ketat. Salah satu bank yang terpantau masif menyalurkan kredit konstruksi ada Bank Mandiri, dengan nilai penyaluran sebesar Rp 144,82 triliun atau naik hingga 34,8% yoy. Pun kualitasnya baik, dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terjaga di 0,12%. Bank Mandiri kini memang fokus mengarahkan pertumbuhan kreditnya untuk mendorong aktivitas ekonomi nasional. Hingga Juni 2026, bank pelat merah ini menyalurkan kredit ke ekosistem pemerintahan dan BUMN sebanyak Rp 489 triliun, naik 41,6% yoy. Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan merincikan, kredit tersebut di antaranya tersalur ke proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik. Meski agresif, ia memastikan ekspansi yang getol didorong ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang menjadi acuan. “Bank Mandiri berkomitmen untuk terus hadir sebagai ekosistem penggerak ekonomi negeri, dari kota besar hingga ke pelosok daerah," ujar Riduan.
Baca Juga: NPL Konstruksi BTN Masih Tinggi, Manajemen Beberkan Penyebabnya Bank-bank swasta besar juga tak ketinggalan mendorong penyaluran kredit ke sektor konstruksi. Misalnya Permata Bank yang portofolio kredit konstruksinya melonjak 101,5% yoy menjadi Rp 6,2 triliun, OCBC Indonesia yang tumbuh 6,9% yoy menjadi Rp 6,1 triliun, dan Bank Central Asia (BCA) yang naik 5,5% yoy menjadi Rp 44,5 triliun. Nah kontras dengan tren industri, Bank Tabungan Negara (BTN) justru terpantau mencatatkan penurunan pada kredit konstruksinya. Selama semester I-2026, kredit konstruksi BTN turun 13,8% yoy menjadi Rp 13,8 triliun. Bank pelat merah satu ini memang tengah mengatur ulang portofolio kreditnya, kini lebih fokus pada rumah tapak dan proyek perumahan bertingkat tinggi pilihan. Seiring dengan itu, bank membidik penguatan di segmen konsumer dengan mengusung transformasi beyond mortgage.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menjelaskan, itu dilakukan demi membangun ekosistem layanan keuangan yang lebih terintegrasi bagi keluarga Indonesia. Pun di sektor nonperumahan, kredit lebih banyak terarah ke sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan, hingga ritel. “Hasil saat ini merupakan hasil dari transformasi selama satu dekade yang secara konsisten kami lakukan,” sebutnya.
Baca Juga: Kredit Perbankan Sektor Konstruksi Terus Tumbuh Agresif Ditopang Program Pemerintah Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News