Kredit Konsumer Melambat Lagi, Daya Beli Belum Pulih?



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah keberhasilan kredit perbankan mencapai target pertumbuhan 8%–11% pada 2025, pertumbuhan kredit konsumsi masih terbatas. Nampaknya, bayang-bayang pelemahan daya beli belum sepenuhnya lepas. 

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan berhasil tumbuh 9,69% secara tahunan hingga akhir tahun 2025. Pertumbuhan itu utamanya didorong oleh capaian positif kredit investasi yang tumbuh hingga 21,06% secara tahunan. 

Sementara kredit modal kerja tumbuh 4,52%, menunjukkan perkembangan dari pertumbuhan di rentang 2% sejak awal kuartal IV-2025. Di sisi lain, kredit konsumsi justru melambat dengan level pertumbuhan 6,58%, lebih lambat dari level pertumbuhan 7,2% pada November 2025. 


Baca Juga: BI Luncurkan Reformasi Sistem Pembayaran lewat TIKMI, Berlaku Mulai 2026

Menurut Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan, lesunya kredit konsumsi tak lepas dari kondisi daya beli yang masih lemah. Dengan kata lain, melambatnya pertumbuhan di penghujung tahun lalu juga mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat belum membaik. 

Di CIMB Niaga, Lani bilang pertumbuhan kredit konsumer juga masih moderat di level single digit. Untuk kredit kendaraan bermotor (KKB), trennya lebih baik dengan pertumbuhan kisaran 10%. Namun, kredit perumahan (KPR) hanya tumbuh terbatas di bawah 5%. 

Lani berharap kredit konsumer bisa menunjukkan tren lebih baik tahun ini. Dari segi kesiapan bank, ia memastikan biaya beban sudah mengalami penurunan sejalan dengan longgarnya likuiditas. Harapannya, itu menjadi amunisi yang cukup untuk tahun 2026.

Namun begitu, lagi-lagi, Lani melihat daya beli tetap menjadi penentu. “Kita harapkan saja daya beli bisa meningkat tahun ini,” kata Lani kepada Kontan, Kamis (22/1/2026). 

Senada, EVP Consumer Loan Bank Central Asia (BCA) Welly Yandoko menilai daya beli masyarakat memang belum pulih maksimal pada akhir tahun 2025. Itu, kata Welly, terlihat pula dari penurunan Indeks Keyakinan Konsumen jika dibanding tahun sebelumnya. 

Baca Juga: LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan di Level 3,5%, Berlaku hingga Mei 2026

Untuk diketahui, pada Desember 2025 posisi IKK BI ada di 123,5. Sebagai perbandingan, pada November 2025 posisinya ada di 124,0 dan pada Desember 2024 ada di 127,7. 

Itu juga tercermin pada kinerja keuangan BCA. Welly mengungkapkan, penyaluran KPR BCA per kuartal III-2025 memang tumbuh kisaran 6,4%. Namun, hasil itu jelas melambat dari level pertumbuhan 10,7% pada kuartal III-2024. 

Kendati begitu, melihat Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) per Desember 2025 yang lebih solid di level 135,6–meski tetap saja lebih rendah ketimbang posisi November 2025 di 136,6–Welly menilai ada harapan daya beli masyarakat bisa membaik. 

Dus seiring membaiknya daya beli, transaksi sektor konsumer bisa membaik. 

“Harapannya penyaluran KPR meningkat, dan masyarakat yang sudah punya KPR bisa lebih baik dalam mengangsur sesuai jadwal, sehingga kualitas kredit tetap terjaga,” ungkap Welly.

Secara umum, BCA masih menargetkan kredit konsumsi bisa tumbuh sejalan dengan pertumbuhan industri. 

Selanjutnya: Penyidik OJK Serahkan Adrian Gunadi kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan

Menarik Dibaca: 5 Teh Alami yang Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi Anda, Mau Coba?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News