Kredit konsumer terimbas kenaikan suku bunga, BCA fokus pada segmen komersial



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia (BCA) mulai merespon kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7 DRRR) dengan menaikkan suku bunga deposito dan suku bunga kredit.

Sejak kenaikan suku bunga acuan BI beberapa waktu lalu, BCA telah menaikan bunga deposito 100 basis poin (bps). "Untuk bunga deposito bulan depan akan naik lagi 25 bps. Sedangkan penyesuaian bunga kredit baru Agustus ini kita lakukan hanya 25 bps across all segmen, corporate, commercial, termasuk UKM," ujar Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/8).

Menurut Vera, khusus untuk kredit pemilikan rumah (KPR) BCA menaikan bunga sebesar 70 bps. Sedangkan kredit roda empat bank bunganya naik 50 bps.


Vera bilang, kenaikan suku bunga ini akan berpengaruh terhadap nasabah yang sensitif pada kenaikan suku bunga terutama yang ada di segmen konsumtif. Sehingga Vera menilai segmen ini akan turun bila bercermin pada tren kenaikan suku bunga yang sebelumnya.

Sehingga pada semester II-2018, BCA mengharapkan penyaluran kredit lebih besar di segmen komersial, corporate, dan UKM.

Selain itu, Vera bilang peningkatan suku bunga dapat menurunkan net interest margin (NIM) perbankan. Khusus untuk BCA, pada Juni 2018 berada di posisi 6%.

"Terkait NIM yang paling penting bagaimana agar pemerintaan terhadap kredit tetap terjaga," tambah Vera.

Vera mengaku hingga saat ini permintaan modal kerja dan investasi masih bagus di BCA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi