Kredit konsumer tumbuh pada Juli, bankir berharap tak ada lagi pengetatan mobilitas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit konsumsi jadi andalan perbankan di tengah lesunya permintaan pembiayaan. Bank Indonesia mencatatkan, kredit konsumsi tumbuh 2,3% year on year (yoy) dari menjadi Rp 1.662,0 triliun per Juli 2021. 

Sedangkan kredit modal kerja baru mampu tumbuh 0,2% yoy dan kredit investasi masih terkontraksi 1,7% yoy di Juli 2021. Namun, bankir berharap tidak ada lagi pengetatan mobilitas masyarakat di hingga penghujung tahun. 

PT Bank CIMB Niaga Tbk misalnya mampu mencatatkan pertumbuhan kredit konsumer berkisar 5% hingga 6% per Juli 2021. Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengapresiasi langkah pemerintah yang melakukan pelonggaran PPKM saat kondisi Covid-19 bisa dikendalikan. 


“Ini baik sekali, sehingga memberikan ruang gerak yang lebih baik untuk pertumbuhan usaha masyarakat dan nasabah. Sampai Juli, bisnis konsumer masih tetap tumbuh di tengah pandemi walaupun bisa lebih baik jika tidak ada pandemi,” ujar Lani kepada KONTAN pada Jumat (5/9). 

Baca Juga: CIMB Niaga (BNGA) Konsisten Memperbesar Dana Murah

Ia menyatakan segmen kredit pemilikan rumah (KPR) mampu tumbuh 7% yoy per Juli 2021. Sedangkan kredit kendaraan bermotor lewat anak perusahaan CIMB Niaga Auto Finance melesat 13% yoy. 

Namun, bisnis kartu kredit masih terkontraksi 8% yoy, maklum kegiatan terkait travel masih jauh dari normal. Di sis penghimpunan dana, CIMB Niaga mampu mencatatkan pertumbuhan dana murah atau Current account and saving account dobel digit. 

“Sampai akhir tahun kami harap masih berlanjut positif. Pertumbuhan 5% hingga 6% paling tidak bisa dipertahankan. Asalkan jangan ada PPKM ketat lagi,” paparnya. 

PT Bank Permata Tbk mengakui PPKM telah membuat kontraksi kredit konsumer per Juli 2021. Direktur Bank Permata Djumariah Tenteram bilang kondisi tersebut tidak berlarut lantaran bisnis konsumer kembali menggeliat mulai pada Agustus 2021. 

 
BNGA Chart by TradingView

“Harapannya dengan pelonggaran yang terus dilakukan, kita lihat tren peningkatan kredit masih akan berlanjut sampai akhir tahun. Target bisnis ritel tahun ini sekitar 5% untuk kredit konsumer dan UMKM. Sebenarnya pada kuartal kedua, volume kredit meningkat 35% untuk kredit ritel dan UMKM,” ujar Djumariah. 

Ia melihat, permintaan kredit UMKM masih saat terjadinya pengetatan mobilitas. Namun untuk kredit konsumer seperti kredit tanpa agunan (KTA) dan KPR masih mampu tumbuh optimal.

“KPR tahun ini, kita harapkan bisa tumbuh 22% hingga 23%. Sedangkan personal loan (KTA) kita harapkan bisa tumbuh optimal karena kita bisa bantu cash flow bagi pengusaha kecil. Dua produk ini masih bisa diandalkan hingga akhir tahun,” paparnya. 

PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara mencatatkan kredit konsumer sebesar Rp 13,3 triliun saat ini. Naik 9,92% you dibandingkan dibanding posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 12,1 triliun. Sekretaris Perusahaan Bank Sumut, Syahdan Siregar bilang produk yang menjadi andalan yakni kredit multi guna, kredit pensiun, kredit agunan deposito, dan kredit pinjaman pegawai.

Selanjutnya: Juni 2021, CIMB Niaga catat transaksi fitur investasi OctoMobile tumbuh dobel digit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .