Kredit korporasi Bank Mandiri tumbuh 7,13% di semester I, ini prospeknya ke depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) telah mendapatkan mandat dari Kementerian BUMN untuk fokus menggarap kredit ke sektor korporasi atau wholesale. 

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyatakan kredit segmen wholesale banking tumbuh 7,13% yoy menjadi Rp 534,2 triliun per akhir kuartal II-2021. 

Sedangkan untuk segmen ritel tumbuh 5,78% yoy menjadi Rp 271,0 triliun per Juni 2021. Bank Mandiri mencetak pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 16,4% secara yoy menjadi Rp 1.014,3 triliun.


Darmawan menyatakan sejak awal, Bank Mandiri menargetkan segmen korporasi bisa tumbuh single digit sepanjang 2021. Namun melihat pencapaian hingga paruh pertama tahun ini, ia yakin bisa tumbuh lebih tinggi lagi.

 
BMRI Chart by TradingView

“Kami lihat di korporasi, terutama di sektor yang sudah mulai melakukan ekspansi sesuai rencana investasi jangka panjangnya itu membutuhkan pembiayaan dari perbankan dan ini yang kami sambut baik. Kalau dilihat prospek dari nasabah-nasabah korporasi ke depan masih menunjukkan lanjutan transaksi yang sangat positif dari semester satu ke semester 2. Kami lihat akan terjadi pertumbuhan yang lebih tinggi dari sekitar 7,13% sudah diraih Mandiri pada semester I-2021 untuk wholesale,” ujar Darmawan secara virtual pada Kamis (5/8).

Baca Juga: Bank Mandiri perkuat pengelolaan keuangan ITB dengan digital platform

Terutama untuk sektor terkait investasi yang memang mendukung kegiatan ekonomi ke depan, peran teknologi dan konektivitas yang dilanjutkan oleh proyek infrastruktur. Termasuk  juga untuk korporasi yang memiliki usaha berorientasi ekspor dengan berbagai inovasi walau sekitar perdagangan dan komoditas. 

Ia juga melihat prospek dari sektor terkait perkebunan dan perikan laut dan status tingkatkan volume ekspornya. Perkebunan lain juga punya pasar yang sangat baik. Bank Mandiri juga akan monitor dari pengaruh global terhadap kinerja korporasi, sehingga bisa melihat korporasi yang mengalami kenaikan transaksi ke pasar global bisa dikucurkan kredit. 

“Kecukupan likuiditas akan jadi kunci utama dan itu jadi faktor positif. Karena sampai saat ini di sektor keuangan, bagaimana kita mengelola dari sisi funding dari tersedia banyak yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan kredit. Kita hitung sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2021,” jelasnya. 

Selanjutnya: Simak kurs dollar-rupiah Bank Mandiri jelang tengah hari ini, Kamis 5 Agustus 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi