Kredit Korporasi dan Komersial Bank Syariah Tumbuh Subur pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank syariah nampak kompak mencatatkan tren pertumbuhan positif di segmen pembiayaan korporasi dan komersial pada 2025 lalu, dengan fokus sektor yang beragam. 

Tren tersebut turut dirasakan oleh bank-bank syariah. Lihat saja, pembiayaan komersial Bank Central Asia (BCA) Syariah berhasil mencatatkan pertumbuhan hingga 20,3% yoy pada akhir tahun 2025, dengan realisasi sebesar Rp 10,1 triliun. 

Direktur BCA Syariah, Pranata menjelaskan, pertumbuhan positif itu di antaranya didorong oleh pembiayaan pada sektor perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, dan real estate. 


Menurut Pranata, ke depannya pun pembiayaan di sektor komersial masih bakal tumbuh positif. Menyambut potensi tersebut, BCA Syariah terus memperluas jaringan agar mampu menjangkau nasabah baru dengan skema supplier financing dan sejenisnya. 

Baca Juga: BCA Syariah Optimistis Perbankan Syariah Tumbuh Berkelanjutan pada 2026

Tak cuman itu, Pranata bilang, pihaknya juga bakal meningkatkan penyaluran pembiayaan melalui linkage program, serta meningkatkan optimalisasi proses pengolahan dan service level agreement (SLA). 

“Kami akan terus mengembangkan produk-produk baru yang inovatif untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan finansial nasabah,” ujar Pranata kepada Kontan, Kamis (29/1/2026). 

Pertumbuhan double digit juga dialami Bank Mega Syariah (BMS). Corporate & Business Banking Division Head BMS Guritno mengungkapkan, pada akhir tahun lalu pembiayaan korporasi bank tumbuh lebih dari 15% yoy. Nilainya mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun. 

Tak jauh berbeda, BMS juga banyak menyalurkan pembiayaan ke sektor industri pengolahan. Guritno bilang itu sejalan dengan fokus bank ke sektor-sektor industri yang masih bertumbuh. 

Selain manufaktur, BMS juga menyalurkan pembiayaan ke berbagai industri, yakni industri kereta api, kimia, jasa, dan pertambangan mineral, energi dan pembangkit listrik, kesehatan, hingga pendidikan. 

Baca Juga: Bank Mega Syariah Raih Laba Sebelum Pajak Rp 174,46 Miliar, Optimis Capai Target RBB

Guritno menjelaskan, tren positif di permintaan global mendorong pertumbuhan pembiayaan ke sektor-sektor tersebut. Belum lagi hilirisasi di sektor pertambangan, serta proyek jangka panjang yang telah lebih dulu menjadi langganan pembiayaan bank. 

Tahun ini, BMS melihat potensi lonjakan pertumbuhan yang lebih masif. Targetnya, pembiayaan korporasi yang disalurkan bank bisa lebih dari Rp 7,1 triliun, tumbuh 183% yoy. 

Target optimistis itu bukan tanpa alasan. BMS saat ini memang sedang membidik pembiayaan sindikasi dengan target pasar Badan Usaha Milik Negara (BUMN), konglomerasi dengan finansial sehat, serta proyek-proyek strategis pemerintah yang dibiayai APBN.

“Kami juga akan memanfaatkan ekosistem financing guna meningkatkan revenue melalui layanan trade finance, cash management dan forex,” imbuh Guritno. 

Di sisi lain, Bank BJB Syariah mengambil sikap lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan korporasi dan komersial, meski masih berhasil tumbuh positif 8,33% yoy. 

Direktur Utama bjb Syariah Arief Setyahadi menjelaskan, tren ini merupakan cerminan dari strategi ekspansi yang selektif dan prudent, dengan fokus pada sektor usaha berfundamental kuat serta pengelolaan risiko terjaga.

Baca Juga: Dirut Bank BJB Syariah Optimistis Hadapi Tahun 2026

“Kami secara konsisten mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset, sejalan dengan arah penguatan pembiayaan produktif dan berkelanjutan,” kata Arief. 

Agak berbeda, tren pembiayaan korporasi dan komersial bjb Syariah utamanya didorong oleh sektor pertambangan dan penggalian. Selain itu, bank juga menyasar sektor pendidikan, kesehatan dan aktivitas sosial, perdagangan besar dan eceran, serta jasa keuangan dan asuransi. 

Pertumbuhan pada sektor-sektor tersebut, kata Arief, ditopang oleh kinerja usaha yang relatif stabil, seiring meningkatnya kebutuhan modal kerja dan investasi serta penambahan pembiayaan kepada nasabah eksisting yang catatan historisnya terjaga baik. 

Pada tahun 2026 ini, bank memproyeksi pertumbuhan pembiayaan di segmen korporasi dan komersial dapat lebih akseleratif, sejalan dengan penguatan fundamental bisnis yang telah dibangun sejak tahun sebelumnya. Targetnya, pertumbuhan bjb Syariah bisa di atas industri. 

bjb Syariah juga mengincar optimalisasi skema pembiayaan sindikasi untuk mendukung pembiayaan berskala besar dengan struktur risiko yang lebih terdiversifikasi. 

“Sejalan dengan agenda berkelanjutan, bjb Syariah juga terus mendorong penyaluran sebagai bagian dari perluasan bisnis pertumbuhan pembiayaan korporasi dan komersial,” pungkas Arief. 

Baca Juga: Nasabah Cash Management di Bank BJB Syariah Tumbuh 57,37%

Selanjutnya: Ada Film Horor Sukma Dibintangi Luna Maya, Ini 10 Film Netflix Teratas

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News