JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga Fasilitas Bank Indonesia (FasBI) 25 basis poin (bps) atau 0,25% menjadi 4,25% membawa berkah bagi industri perbankan. Bank masih bisa mendapatkan margin yang memadai saat permintaan kredit sedang melemah. Berdasarkan data BI, intensitas bank yang kelebihan likuiditas dan memarkir dana mereka di FasBI meningkat signifikan. Pada Juni 2013 dana perbankan yang berputar di FasBI sudah mencapai Rp 113,22 triliun atau meningkat 87,51% dibandingkan bulan sebelumnya. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan kenaikan suku bunga FasBI didasarkan beberapa pertimbangan. Yakni, BI ingin memberikan sinyal pada pasar agar segera mempersiapkan diri atas dampak kenaikan suku bunga acuan alias BI rate.
Kredit lambat, dana bank lari ke FasBI
JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga Fasilitas Bank Indonesia (FasBI) 25 basis poin (bps) atau 0,25% menjadi 4,25% membawa berkah bagi industri perbankan. Bank masih bisa mendapatkan margin yang memadai saat permintaan kredit sedang melemah. Berdasarkan data BI, intensitas bank yang kelebihan likuiditas dan memarkir dana mereka di FasBI meningkat signifikan. Pada Juni 2013 dana perbankan yang berputar di FasBI sudah mencapai Rp 113,22 triliun atau meningkat 87,51% dibandingkan bulan sebelumnya. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan kenaikan suku bunga FasBI didasarkan beberapa pertimbangan. Yakni, BI ingin memberikan sinyal pada pasar agar segera mempersiapkan diri atas dampak kenaikan suku bunga acuan alias BI rate.