Kredit Mandiri ke Kereta Api naik 180%



JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus memperbesar pembiayaan ke sektor perkeretaapian. Bank milik pemerintah ini mencatat penyaluran kredit ke sektor perkeretaapian mencapai Rp 5,9 triliun per semester I-2017. Jumlah ini meningkat 180% dibandingkan posisi Rp 2,1 triliun di semester I-2016.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, pembiayaan untuk industri kereta api terdiri dari kredit investasi dan kredit modal kerja. Pembiayaan tersebut memiliki jangka waktu yang relatif panjang, yaitu berkisar antara 1 tahun sampai 10 tahun.

Bank Mandiri mencatat kebutuhan pembiayaan kredit tersebut untuk pembangunan prasarana dan sarana Kereta Commuter Line Jabodetabek dan Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta oleh PT Kereta Api Indonesia.


Kemudian, kebutuhan dana untuk produksi kereta api Bandara Minangkabau serta peremajaan 438 unit kereta oleh PT Industri Kereta Api.

"Pemerintah juga menaruh perhatian yang besar pada industri kereta api ini untuk menghubungkan pusat-pusat ekonomi serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri, kata Rohan, Jumat (28/7).

Selain itu, tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi yang murah dan massal menjadi alasan Bank Mandiri mendukung pembiayaan industri kereta api.

Selain pembiayaan, bank berkode saham BMRI ini memberikan pelayanan dan produk perbankan bagi para pelaku industri perkeretaapian. Tujuannya, untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan keuangan, serta menciptakan kemudahan pembayaran tiket kereta.

Contohnya, saat ini PT KAI telah memanfaatkan sistem Mandiri Cash Management untuk mengetahui data pembelian tiket secara realtime.

Di samping itu, Bank Mandiri juga menyediakan layanan kartu prabayar secara non tunai melalui Mandiri e-Money untuk pembayaran tiket kereta Commuter Line. Rohan menuturkan, transaksi pembayaran kartu prabayar e-Money pada tiket kereta Commuter Line Jakarta naik 44% per Juni 2017 dibandingkan periode yang sama di tahun 2016.

Menurut Rohan, langkah sinergi bisnis antara Bank Mandiri dengan industri kereta api diperlukan sebagai sinergi strategis antar perusahaan berplat merah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati