KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Selagi pertumbuhan kredit belum melaju, perbankan masih mengandalkan instrumen surat utang alias obligasi untuk memastikan likuiditas yang tersedia tetap menghasilkan cuan. Data Kementerian Keuangan mencatat kepemilikan bank di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 1.421 triliun per 10 Maret 2026. Sebagai perbandingan, porsi hingga 13 Maret 2025 hanya sebesar Rp 1.200 triliun. Dengan kata lain, ada peningkatan hingga 18% dalam kurang lebih setahun. Sejalan dengan itu, hingga Februari 2026 sejumlah perbankan masih mencatatkan tren serupa, dengan kepemilikan obligasi tumbuh lebih kencang ketimbang kredit. Kita lihat Bank Rakyat Indonesia (BRI), kreditnya tumbuh 10,49% secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara surat berharga yang dimiliki bertambah 20,18% yoy.
Kredit Masih Seret, Obligasi Jadi Pilihan Bank Parkir Likuiditas
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Selagi pertumbuhan kredit belum melaju, perbankan masih mengandalkan instrumen surat utang alias obligasi untuk memastikan likuiditas yang tersedia tetap menghasilkan cuan. Data Kementerian Keuangan mencatat kepemilikan bank di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 1.421 triliun per 10 Maret 2026. Sebagai perbandingan, porsi hingga 13 Maret 2025 hanya sebesar Rp 1.200 triliun. Dengan kata lain, ada peningkatan hingga 18% dalam kurang lebih setahun. Sejalan dengan itu, hingga Februari 2026 sejumlah perbankan masih mencatatkan tren serupa, dengan kepemilikan obligasi tumbuh lebih kencang ketimbang kredit. Kita lihat Bank Rakyat Indonesia (BRI), kreditnya tumbuh 10,49% secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara surat berharga yang dimiliki bertambah 20,18% yoy.
TAG: