Kredit Masih Tumbuh, CIMB Niaga Kurangi Portofolio Obligasi Saat Permintaan Lemah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat penurunan tipis pada portofolio surat berharga di tengah tetap tumbuhnya penyaluran kredit hingga awal 2026.

Per Februari 2026, kredit CIMB Niaga tumbuh 6,67% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 167,61 triliun. Sementara itu, portofolio obligasi justru turun 1,96% YoY menjadi Rp 78,03 triliun.

Tren tersebut agak tak sejalan dengan tren industri. Yang mana, data DJPPR mencatat kepemilikan perbankan pada surat berharga negara (SBN) mencapai Rp 1.384 triliun per 26 Maret 2026, setara 20,45% total SBN. 


Baca Juga: Kredit Tumbuh Moderat, BCA Andalkan Instrumen Surat Berharga

Sebagai perbandingan, porsi hingga 27 Maret 2025 cuman sebesar Rp 1.121 triliun. Artinya, kepemilikan SBN bank meningkat 23,46% dalam kurang lebih setahun. Di lain sisi, kredit industri perbankan hanya tumbuh 9,37% menjadi Rp 8.558 triliun. 

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menegaskan bahwa bank tetap memprioritaskan pertumbuhan kredit sebagai fungsi utama intermediasi bank. Namun, kondisi permintaan kredit saat ini, khususnya dari segmen usaha, masih cenderung melemah.

“Kami tentu lebih memilih pertumbuhan kredit, namun saat ini demand, terutama kredit usaha, masih cenderung melemah,” ujarnya kepada Kontan, akhir pekan lalu. 

Dalam kondisi tersebut, CIMB Niaga mengoptimalkan sumber pendapatan lain, termasuk melalui peningkatan fee based income serta pemanfaatan likuiditas yang tersedia secara lebih efisien.

Adapun dari sisi investasi, instrumen surat berharga seperti Surat Berharga Negara (SBN) tetap dimanfaatkan secara terbatas sebagai bagian dari strategi pengelolaan likuiditas. “Penempatan di SBN lebih untuk memanfaatkan likuiditas yang ada,” jelasnya.

Lani menambahkan, ketika permintaan kredit mulai kembali bergairah, perseroan akan kembali lebih agresif dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor riil.

Baca Juga: Transaksi Digital KB Bank Tembus 260 Juta di 2025, Fee Income Kian Terdongkrak

Dengan demikian, strategi pengelolaan likuiditas CIMB Niaga tetap bersifat fleksibel, menyesuaikan dengan dinamika permintaan kredit di pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News