Kredit Naik 17,4%, Bank Mandiri Pilih Strategi Perketat Kredit Saat Tekanan Global



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 17,4% secara tahunan menjadi Rp 1.530 triliun di kuartal I tahun ini.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, pertumbuhan tersebut didorong oleh fundamental bisnis yang kuat serta strategi ekspansi yang terarah ke sektor-sektor prospektif dan resilien.

Dari sisi pendanaan, likuiditas bank juga sangat memadai. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 21,1% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1.675 triliun, ditopang oleh kenaikan dana murah (CASA) sebesar 12,7% yoy menjadi Rp 1.201 triliun.


Baca Juga: CIMB Niaga Sudah Lakukan Stress Test, Optimistis Hadapi Gejolak Ekonomi

“Dukungan likuiditas yang kuat menjadi faktor penting dalam menopang ekspansi kredit yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (24/4/2026).

Memasuki kuartal II-2026, Bank Mandiri menilai dinamika geopolitik global sebagai risiko yang perlu diantisipasi secara prudent. Perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penguatan proses seleksi kredit dan monitoring portofolio secara disiplin.

Penyaluran kredit akan tetap difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki ketahanan terhadap volatilitas ekonomi, sehingga risiko dapat dikelola tanpa mengganggu momentum pertumbuhan.

Dari sisi kualitas aset, Bank Mandiri memproyeksikan tetap stabil. Hal ini ditopang oleh penerapan manajemen risiko yang komprehensif, termasuk penguatan early warning system, pengelolaan portofolio aktif, serta peningkatan kualitas underwriting.

Perseroan juga mengantisipasi potensi tekanan terhadap kemampuan bayar debitur akibat pelemahan rupiah. Upaya mitigasi dilakukan melalui pemantauan intensif terhadap debitur dengan eksposur valuta asing serta mendorong penerapan manajemen risiko yang lebih baik di sisi nasabah.

"Dengan struktur pendanaan yang kuat dan disiplin manajemen risiko, Bank Mandiri optimistis mampu menjaga kualitas kredit tetap sehat sekaligus melanjutkan pertumbuhan bisnis sepanjang 2026," tandasnya.

Baca Juga: Super Bank Indonesia (SUPA) Kantongi Laba Rp 99,68 Miliar pada 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News