BNI sebut kredit pendidikan perlu gencar disosialisasikan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hampir seluruh bank BUMN telah meluncurkan kredit pendidikan. Kredit pendidikan ini merupakan respons bank dari keinginan Presiden Joko Widodo agar perbankan masuk dalam kredit pendidikan.

Skema kredit pendidikan ini meniru Amerika Serikat. Di negara adidaya ini, jumlah kredit pendidikan tercatat melebihi jumlah volume dari kartu kredit.

Achmad Baiquni, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk bilang, dengan sudah banyaknya bank yang meluncurkan kredit pendidikan, maka diperlukan sosialisasi yang lebih banyak.


"Perlu lebih banyak dilakukan sosialisasi," kata Baiquni ketika ditemui setelah acara hari pendidikan nasional Rabu (2/5).

BNI sudah meluncurkan kredit pendidikan pada 29 Maret 2018 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kredit pendidikan BNI ini ditujukan ke mahasiswa S1, S2, dan S3. Selain itu skim bunga dalam kredit pendidikan ini, diklaim Baiquni, cukup terjangkau yaitu kurang dari 10%.

Selain kredit pendidikan, BNI juga memiliki program pembiayaan bidang pendidikan yaitu BNI Fleksi - Pendidikan.

Produk pinjaman khusus pendidikan ini dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah keuangannya, penyelesaian tugas pendidikan dan proyek penelitian.

Selain itu fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi biaya Pendidikan Sarjana (S1) hingga Mahasiswa tingkat doktoral (S3) di lembaga pendidikan Dalam Negeri dan Luar Negeri. Peluncuran produk ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa dan dosen di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia