Kredit Perbankan Ke Sektor Swasta Lebih Mendominasi Dibandingkan BUMN



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang akhir tahun, laju pertumbuhan kredit perbankan mulai menunjukkan akselerasi. Memang, sejak enam bulan pertama tahun ini kredit perbankan dirundung perlambatan.

Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan di Agustus 2023 tumbuh sekitar 9,06% secara tahunan atawa year on year (YoY). Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang hanya sekitar 8,54% yoy.

Dari pertumbuhan kredit tersebut, BI menyebutkan pertumbuhan kredit itu ditopang kinerja sektor jasa dunia usaha, perdagangan, dan jasa sosial. Beberapa bank pun mencatat kredit yang disalurkan masih banyak untuk perusahaan swasta dibandingkan perusahaan pelat merah.


Ambil contoh, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan kredit pada Agustus 2023 senilai Rp 62,97 triliun. Perolehan tersebut mengalami pertumbuhan 12,7% yoy dari sebelumnya senilai Rp 54,97 triliun.

Executive Director Institutional Banking Bank DBS Indonesia Heru Hatman bilang saat ini penyaluran kredit ke pihak swasta mencapai 79% dari total kredit korporasi. Sementara, sisanya sekitar 21% merupakan kredit yang disalurkan untuk BUMN.

Baca Juga: Laju Pertumbuhan Kredit Perbankan Kembali Tumbuh Cepat

“itu dari beberapa produk fasilitas yang digunakan untuk ekspansi maupun modal kerja usaha,” ujar Heru.

Ia bilang saat ini kredit korporasi yang disalurkan Bank DBS Indonesia baik untuk BUMN maupun sektor swasta difokuskan untuk kredit-kredit berkelanjutan.

Di mana, Bank DBS Indonesia berharap bisa menyalurkan kredit berkelanjutan hingga mencapai Rp 5,2 triliun di akhir tahun 2023. Itu berarti naik hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu.

“Ini sebagian besar disalurkan untuk sektor real estate, energi, manufaktur dan juga BUMN,” ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). EVP Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn bilang kredit yang disalurkan ke BUMN hanya mencapai Rp 77 triliun atau 14% dari total kredit  untuk bisnis per Juni 2023.

Hera bilang kontributor terbesar untuk kredit BUMN adalah sektor jasa keuangan, infrastruktur sarana angkutan dan telekomunikasi. Di mana, total kredit korporasi BCA di periode tersebut senilai Rp 326 triliun dan tumbuh 5,1% yoy.

“Kami akan terus mencari peluang untuk meningkatkan portofolion kredit serta mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor,” ujarnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari